JAYAPURA, NOKENLIVE.com – Sebanyak 213 siswa kelas IX SMP Negeri 6 Jayapura mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) ulang yang digelar pada 11–12 Mei 2026. Pelaksanaan ujian ulang tersebut dilakukan akibat gangguan jaringan internet yang sempat terjadi di Kota Jayapura beberapa waktu lalu.
Kepala SMP Negeri 6 Jayapura, Suko Werdani, mengatakan pelaksanaan TKA ulang berjalan sesuai jadwal dan seluruh siswa hadir mengikuti ujian.

“Pelaksanaan kegiatan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP ulang di tahun ajaran 2025/2026 berlangsung pada tanggal 11 dan 12 Mei 2026,” ujar Suko Werdani saat ditemui media, Senin (11/5/2026).
Ia menjelaskan, ujian ulang dilakukan karena saat pelaksanaan TKA sebelumnya sempat terjadi gangguan jaringan yang menghambat proses ujian.
“Karena ada gangguan jaringan di Kota Jayapura beberapa waktu lalu, sehingga hari ini siswa mengikutinya ulang lagi,” katanya.
Dari total 213 peserta TKA di SMP Negeri 6 Jayapura, seluruh siswa dilaporkan hadir. Bahkan, ada seorang siswa yang tetap mengikuti ujian meski sebelumnya mengalami kecelakaan.
“Walaupun ada salah satu anak yang sempat kecelakaan, tapi syukur dia bisa hadir. Meskipun dibantu orang tuanya untuk mengikuti TKA tersebut,” ungkapnya.
Selain kendala jaringan, pihak sekolah sebelumnya juga sempat menghadapi gangguan listrik saat pelaksanaan TKA tahap pertama. Untuk mengantisipasi hal serupa terulang kembali, sekolah telah menyurati pihak PLN.
“Ya mudah-mudahan karena kalau listrik itu hubungannya dengan PLN. Karena kemarin itu waktu TKA yang pertama terkendala juga lampu mati dan SMP 6 sudah menyurat ke PLN. Mudah-mudahan ada respons dari PLN, kita telah menyurat,” tutur Suko.
Ia berharap selama pelaksanaan TKA ulang tidak terjadi pemadaman listrik. Menurutnya, jika memang harus dilakukan pemadaman bergilir, pihak sekolah setidaknya mendapatkan pemberitahuan lebih awal agar tidak mengganggu jalannya ujian.
“Harapannya selama TKA ulang di tanggal 11 dan 12 Mei 2026 mudah-mudahan tidak ada pemadaman. Seandainya ada pemadaman yang sifatnya bergilir, harus ada pemberitahuan ke pihak sekolah, paling tidak setelah seluruh proses ujian TKA selesai,” ujarnya.
Suko juga menegaskan bahwa pelaksanaan TKA dilakukan dengan pengawasan ketat sesuai ketentuan dari kementerian. Sistem pengawasan dilakukan secara silang antarsekolah dan dipantau secara daring.
“Untuk pengawasan kegiatan TKA memang dari kementerian mengharapkan bahwa itu silang murni. Khusus SMP 6 Jayapura kebetulan yang mengawas adalah dari SMP Negeri 1 Jayapura,” jelasnya.
Menurut dia, guru-guru dari SMP Negeri 6 Jayapura juga turut menjadi pengawas di sekolah lain, seperti SMP Negeri 12 dan SMP Negeri 1 Jayapura.
“Jadi memang betul TKA ini tidak bisa main-main. Semuanya dipantau, bahkan pengawas saja dipantau lewat Zoom dari kementerian. Itu gambaran begitu ketatnya TKA bagi kelas IX di SMP 6 Jayapura,” paparnya.
Dari sisi fasilitas, SMP Negeri 6 Jayapura memiliki sekitar 70 unit komputer yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan ujian berbasis digital. Pelaksanaan TKA dibagi menjadi tiga sesi dalam satu gelombang, dengan kapasitas sekitar 75 siswa setiap sesi.
“Komputer kita ada sekitar 70-an. Kita tetap tiga sesi tapi hanya satu gelombang. Jadi 213 itu bisa satu gelombang tiga sesi, sekali masuk 75 orang,” katanya.
Adapun mata pelajaran yang diujikan dalam TKA meliputi numerasi dan literasi, atau matematika dan bahasa Indonesia.
Suko menilai, Tes Kemampuan Akademik merupakan langkah positif dari pemerintah untuk mengukur kemampuan siswa secara lebih objektif setelah sebelumnya dikenal sistem Ujian Nasional (UN).
“Tes Kemampuan Akademik ini sangat bagus. Intinya begini, selama ini ada ujian akhir nasional atau UNAS. Nah, TKA ini menjadi tolak ukur pendidikan kita, bagaimana kemampuan anak-anak. TKA ini sebagai alat untuk mengukur kemampuan siswa,” tambahnya.
Sementara itu, terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), SMP Negeri 6 Jayapura mulai menjalankan program tersebut sejak April 2026. Sebanyak sekitar 600 siswa dari kelas VII, VIII, dan IX menjadi penerima manfaat program tersebut.
(Melviandres Pamanggori – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?