NABIRE, NOKENLIVE.com – Polres Nabire menyiagakan sebanyak 700 personel gabungan untuk mengamankan rencana aksi demonstrasi yang akan berlangsung di sejumlah titik di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Senin (11/5/2026).
Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu mengatakan, pengamanan dilakukan menyusul adanya dua surat pemberitahuan aksi unjuk rasa yang diterima pihak kepolisian dari kelompok berbeda, yakni Ikatan Pelajar Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) dan Forum Peduli Masyarakat Nabire Papua Tengah.
“Besok hari kami dari Polres Nabire sudah menyiagakan 700 personel yang akan terlibat langsung dalam pengamanan di lima titik,” ujar Samuel, Minggu (10/5/2026).
Ia menjelaskan, lima titik yang menjadi fokus pengamanan meliputi Asrama Dogiyai, Siriwini, SP, Uswim, Wadio, dan Karang. Pengamanan tersebut dikendalikan langsung oleh Kabag Ops Polres Nabire selaku Karendal Ops dengan melibatkan personel TNI dan Satpol PP provinsi maupun kabupaten.
Menurut Samuel, aksi yang akan dilakukan IPMADO berkaitan dengan perkembangan situasi keamanan di Dogiyai yang mereka sebut sebagai “Dogiyai Berdarah”.
Sementara Forum Peduli Masyarakat Nabire Papua Tengah menyampaikan aspirasi terkait penolakan terhadap aksi demonstrasi yang dianggap tidak sesuai prosedur.
Kapolres menegaskan pihaknya bersikap netral dalam menyikapi kedua kelompok massa tersebut. Ia meminta seluruh koordinator lapangan dan simpatisan untuk mematuhi arahan aparat keamanan guna mencegah terjadinya bentrokan antar massa.
“Kalau rekan-rekan korlap di lapangan tidak mendengarkan arahan dan imbauan dari kami, maka akan terjadi tabrakan massa di lapangan yang memungkinkan terjadi chaos,” katanya.
Samuel menyebut, pihak IPMADO sebelumnya telah berkoordinasi dengan Sat Intelkam Polres Nabire terkait rencana aksi mereka yang akan dilakukan di beberapa titik sebelum menuju Kantor DPR Papua Tengah untuk menyampaikan aspirasi.
Namun demikian, ia mengaku masih mengalami kesulitan berkomunikasi dengan salah satu kelompok massa terkait teknis pelaksanaan aksi.
“Kami netral. Kami tidak bisa mengizinkan satu kelompok melakukan long march sementara kelompok lain tidak. Kalau satu tidak melaksanakan long march, maka keduanya juga tidak melaksanakan long march,” tegasnya.
Selain fokus pada pengamanan aksi, Kapolres juga mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban umum dan kelancaran aktivitas masyarakat, mengingat hari pelaksanaan demo bertepatan dengan awal pekan kerja.
“Kami berharap penyampaian aspirasi dilakukan secara tertib tanpa mengganggu aksesibilitas jalan raya maupun aktivitas masyarakat lainnya,” ujarnya.
Samuel juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh adat, tokoh agama, pemerintah daerah, hingga anggota DPRP Papua Tengah untuk bersama-sama membantu menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Nabire tetap kondusif.
Ia berharap massa aksi dapat langsung menuju titik penyampaian aspirasi di halaman Kantor DPR Papua Tengah tanpa melakukan penyebaran massa di banyak lokasi.
“Kami mohon semua pihak saling pengertian dan menjaga keamanan serta ketertiban di Kabupaten Nabire,” tutupnya.
(Lisa Rumkorem – Redaksi DA)







Apa komentar anda ?