JAYAPURA, NOKENLIVE.com – Kepolisian Daerah Papua mengungkap sejumlah kerusakan fasilitas serta data korban pasca kericuhan yang terjadi usai laga playoff antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC di Stadion Utama Lukas Enembe, Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (8/5/2026).
Keterangan tersebut disampaikan langsung oleh Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., dalam konferensi pers yang berlangsung di Ruang Media Center Polda Papua.

Kabidhumas menjelaskan, tim Inafis Polda Papua telah melakukan identifikasi serta pendataan terkait peristiwa kericuhan yang terjadi setelah pertandingan sepak bola tersebut.
“Tim dari Inafis Polda telah melakukan identifikasi sekaligus upaya-upaya berkaitan dengan peristiwa kericuhan pasca pertandingan sepak bola antara Persipura dan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Sentani, Kabupaten Jayapura,” ujarnya.
Dari hasil identifikasi sementara, sebanyak 10 personel aparat keamanan mengalami luka-luka, termasuk Kapolres Jayapura. Sementara itu, satu perwira dari Polres Jayapura masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
“Untuk korban luka dari aparat ada 10 personel termasuk Kapolres Jayapura dan satu personel kami, perwira dari Polres Jayapura, masih dalam perawatan di rumah sakit,” katanya.
Selain korban dari aparat, polisi juga mencatat satu warga sipil mengalami luka-luka. Hingga kini, sebanyak 14 orang telah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan di Polres Jayapura untuk didalami keterlibatannya dalam insiden tersebut.

Keterangan Foto : Kondisi Kendaraan Operasional Kepolisian Papua dan Mobil Warga Yang Menjadi Korban Kericuhan Usai Playoff Persipura VS Adhyaksa FC, Jumat (8/5/2026), Di Stadion Lukas Enembe, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.
“Kemudian korban dari masyarakat satu orang, dan yang diamankan ada 14 orang, sementara diklarifikasi dan didalami terkait keterlibatannya,” jelasnya.
Kericuhan tersebut juga mengakibatkan kerusakan dan kehilangan kendaraan dalam jumlah besar. Polisi mencatat sedikitnya 27 unit kendaraan roda dua dilaporkan hilang.
Sementara itu, tiga unit kendaraan operasional Polri jenis truk roda enam dilaporkan dibakar massa. Tidak hanya itu, satu unit ambulans milik tim KESLAB Satbrimob Polda Papua juga ikut hangus terbakar.
“Untuk kendaraan operasional Polri ada tiga unit kendaraan roda enam atau truk yang dibakar, termasuk satu ambulans tim KESLAB dari Satbrimob Polda Papua,” ungkap Kabidhumas.
Selain kendaraan yang terbakar, sejumlah kendaraan operasional lainnya milik Polres dan Polda Papua yang berada di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan berat.
Berdasarkan pendataan sementara pihak kepolisian, total kendaraan yang terbakar maupun mengalami kerusakan berat mencapai 25 unit, termasuk kendaraan operasional Satlantas dan beberapa kendaraan dari direktorat di lingkungan Polda Papua.
“Sementara sedang dilakukan pendataan. Yang utama adalah bagaimana kita memulihkan situasi keamanan dan ketertiban, khususnya di wilayah Kabupaten Jayapura, dalam hal ini di sekitar Stadion Utama Lukas Enembe,” tegasnya.
Polda Papua juga memastikan proses penegakan hukum akan dilakukan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam aksi kericuhan tersebut.

“Nantinya pasti akan dilakukan upaya-upaya penegakan hukum terkait dengan peristiwa yang terjadi atau tindak pidana yang diduga terjadi,” tegas Cahyo.
Untuk mengantisipasi situasi lanjutan, jumlah personel pengamanan di lokasi telah ditingkatkan. Awalnya sebanyak 700 personel disiagakan, kemudian ditambah 150 personel atas instruksi Kapolda Papua sehingga total mencapai 850 personel.
Jumlah tersebut belum termasuk personel yang ditempatkan di jalur pengamanan dan wilayah penyangga, termasuk daerah yang menjadi titik mobilisasi suporter dari Kabupaten Keerom, Kota Jayapura, dan wilayah sekitarnya. (Melviandres Pamanggori – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?