JAYAPURA, Nokenlive.com – Pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir (ASA) Tahun Ajaran 2025/2026 di SMP Negeri 9 Jayapura berjalan lancar sejak hari pertama pelaksanaan pada 4 Mei hingga hari terakhir, Jumat (8/5/2026). Meski masih menggunakan sistem Paper Base Test (PBT) atau ujian berbasis kertas, pihak sekolah memastikan seluruh proses ujian berlangsung tertib dan aman.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMP Negeri 9 Jayapura, Panjaitan, mengatakan jumlah peserta ujian tahun ini mencapai 348 siswa kelas IX yang dibagi ke dalam 10 ruang ujian dengan kapasitas 20 peserta setiap ruangan.
“Kami bersyukur pelaksanaan ujian dari hari pertama sampai hari terakhir berjalan dengan baik. Ini menjadi awal penting dalam pelaksanaan ujian tahun ini dan mudah-mudahan anak-anak mendapatkan hasil yang memuaskan,” ujar Panjaitan saat ditemui media, Jumat (8/5/2026).
Ia menjelaskan, hasil ujian sekolah secara nasional maupun khusus di Kota Jayapura dijadwalkan diumumkan pada 2 Juni 2026. Pihak sekolah berharap seluruh siswa dapat dinyatakan lulus 100 persen.
Panjaitan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan tenaga pengajar yang telah bekerja keras menyukseskan pelaksanaan ujian hingga berjalan tanpa kendala berarti.
“Terima kasih kepada seluruh panitia yang sudah bekerja maksimal sehingga ujian di SMPN 9 Jayapura dapat berjalan baik dari awal hingga akhir,” katanya.
Usai pelaksanaan ASA, siswa masih akan mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dijadwalkan berlangsung pada 11 hingga 12 Mei 2026. Hari pertama akan dilaksanakan ujian susulan numerasi, sedangkan hari kedua untuk literasi.
Menurut Panjaitan, selama ujian berlangsung terdapat beberapa siswa yang mengalami sakit. Namun pihak sekolah telah menyiapkan jadwal ujian susulan agar seluruh peserta tetap dapat mengikuti ujian.
Ia juga mengungkapkan adanya peningkatan jumlah peserta dibanding tahun sebelumnya. Pada tahun ajaran lalu jumlah peserta tercatat sekitar 320 siswa, sementara tahun ini meningkat menjadi 348 siswa.
Sementara itu, terkait penggunaan sistem ujian manual, Panjaitan menjelaskan bahwa keterbatasan fasilitas komputer dan jaringan internet menjadi alasan utama sekolah belum dapat sepenuhnya menerapkan sistem Computer Based Test (CBT).
“Di laboratorium komputer kami hanya tersedia 35 unit komputer, sedangkan jumlah peserta mencapai 348 siswa. Selain itu jaringan internet juga masih terbatas, sehingga untuk ASA tahun ini masih menggunakan sistem manual berbasis kertas,” jelasnya.
Ia berharap Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pendidikan dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan fasilitas di SMPN 9 Jayapura, khususnya penambahan perangkat komputer dan dukungan jaringan internet.
Meski demikian, pihak sekolah mulai melakukan persiapan penerapan ujian berbasis CBT untuk siswa kelas VII dan VIII pada ujian semester mendatang.
“Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal bagi SMPN 9 Jayapura untuk mulai menggunakan sistem ujian online bagi kelas 7 dan 8, dan semoga bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.
(Melviandres Pamanggori/Redaksi)





Apa komentar anda ?