Nabire, Nokenlive.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Barisan Merah Putih Republik Indonesia Provinsi Papua Tengah menggelar apel akbar dalam rangka momentum 1 Mei di Taman Gizi Nabire, Jumat (1/5/2026).
Kegiatan ini diikuti ratusan masyarakat sebagai bentuk penguatan persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Apel akbar tersebut mengusung semangat “Papua Satu Tanah Air, Papua dan Indonesia”, sekaligus menjadi pengingat sejarah kembalinya Papua ke dalam NKRI pada 1 Mei 1963. Usai kegiatan, peserta melanjutkan dengan konvoi.

Keterangan foto : Peserta apel akbar melakukan konvoi keliling kota usai kegiatan di Taman Gizi Nabire.
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiayai, kepada wartawan menyampaikan bahwa momentum 1 Mei memiliki makna penting bagi masyarakat Papua.
“Hari ini kami merayakan momentum kembalinya Papua ke dalam bingkai NKRI. Ini menjadi sejarah penting yang harus diketahui generasi muda,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, baik tingkat kabupaten maupun provinsi, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI/Polri yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, peristiwa 1 Mei 1963 merupakan bagian dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia, di mana Papua kembali ke pangkuan ibu pertiwi setelah melalui proses panjang, termasuk dinamika pascakolonial dan kesepakatan internasional.

Keterangan foto : Sekjen DPP Barisan Merah Putih RI, Ali Kabiayai, menyampaikan pesan persatuan dalam apel akbar 1 Mei di Taman Gizi Nabire.
Ali berharap momentum ini dapat memperkuat kesadaran generasi muda untuk tidak melupakan sejarah serta terus menjaga persatuan dan toleransi di Papua Tengah.
“Kami berharap kita semua menjaga persatuan, menjaga toleransi, serta menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. Jika daerah aman, maka investasi dan pertumbuhan ekonomi akan berjalan dengan baik dan berdampak positif bagi masyarakat,” katanya.
Kegiatan apel akbar ini diharapkan menjadi agenda positif yang tidak hanya memperingati sejarah, tetapi juga mempererat kebersamaan masyarakat dalam membangun Papua Tengah yang aman dan sejahtera.
(Lisa/MR)







Apa komentar anda ?