WAMENA, Nokenlive.com – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan resmi membuka Ajang Talenta Papua Pegunungan Tahun 2026 dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Kegiatan ini berlangsung di salah satu hotel Wamena, Kamis (30/4/2026).
Pembukaan dilakukan oleh Staf Ahli Gubernur Papua Pegunungan, Manogar Sirait, yang hadir mewakili Gubernur Jhon Tabo. Turut hadir Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Pegunungan, Simon Sembor, para guru, siswa, serta peserta dari delapan kabupaten.
Dalam sambutannya, Manogar menegaskan bahwa ajang talenta ini bukan sekadar perlombaan, tetapi wadah penting untuk membentuk karakter dan mental juara generasi muda Papua Pegunungan.
“Ini ajang yang sangat baik untuk menumbuhkan karakter anak-anak kita. Ke depan harus terus dikembangkan dan menjadi agenda tahunan dengan cabang lomba yang lebih inovatif,” ujarnya.
Ia bahkan mendorong pengembangan lomba berbasis multilingual, seperti pidato dalam bahasa daerah, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris, guna mempersiapkan peserta didik menghadapi persaingan global.
Menurutnya, keberanian tampil dan kemampuan berkomunikasi menjadi modal penting agar generasi muda Papua Pegunungan mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional, bahkan melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
Meski demikian, Manogar menekankan bahwa kemenangan bukanlah tujuan utama dalam kompetisi.
“Kalah menang itu nomor dua. Yang paling penting adalah integritas, karakter, dan kepercayaan diri,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya bijak dalam penggunaan media sosial di kalangan generasi muda.
“Kalau dulu ada ungkapan mulutmu harimaumu, sekarang jari-jarimu adalah harimaumu. Anak-anak harus bijak bermedia sosial dan tidak dikendalikan olehnya,” pesannya.

Sementara itu, Simon Sembor menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memeriahkan Hardiknas sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Papua Pegunungan.
Perlombaan yang digelar meliputi cerdas cermat tingkat SD dan SMP, serta lomba pidato tingkat SMA, yang diikuti perwakilan dari delapan kabupaten.
“Ini pertama kalinya sejak provinsi ini berdiri, peringatan Hari Pendidikan diisi dengan ajang lomba seperti ini,” ungkapnya.
Ia menegaskan, sektor pendidikan menjadi prioritas utama pemerintah daerah sesuai visi dan misi gubernur dan wakil gubernur.
Namun demikian, pihaknya masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan sarana-prasarana, peningkatan kualitas tenaga pendidik, hingga pembenahan data pendidikan.
Salah satu langkah strategis yang tengah dilakukan adalah pendataan Orang Asli Papua (OAP) di seluruh jenjang pendidikan, dari PAUD hingga perguruan tinggi, guna memastikan program pendidikan tepat sasaran.
“Pendataan ini ditargetkan rampung sebelum Agustus 2026. Saat ini dua kabupaten, yakni Tolikara dan Pegunungan Bintang, sudah menyerahkan data,” jelasnya.
(Tundemin/Redaksi)





Apa komentar anda ?