ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Rabu, April 22, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Kereta Api Papua: Ambisi Besar di Tengah Realitas yang Belum Terjawab

Kereta Api Papua: Ambisi Besar di Tengah Realitas yang Belum Terjawab

Oleh : Nokenlive
22 April 2026
Di Nasional, Opini /Artikel, Politik dan Pemerintahan, Provinsi Papua
0
Kereta Api Papua: Ambisi Besar di Tengah Realitas yang Belum Terjawab

Jalur Kereta Api di Papua. (Foto/Ilustrasi)

JAYAPURA, Nokenlive.com — Wacana pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura mulai digulirkan oleh Pemerintah Provinsi Papua bersama PT Kereta Api Indonesia. Gagasan ini dipandang sebagai simbol kemajuan transportasi di Tanah Papua. Namun, di balik optimisme tersebut, muncul sejumlah pertanyaan kritis yang tak bisa diabaikan.

Pemerintah menyebut pembahasan ini masih dalam “tahapan awal”. Sayangnya, hingga kini belum ada penjelasan terbuka terkait kajian kelayakan proyek, sumber pembiayaan, estimasi anggaran, maupun analisis risiko. Ketiadaan informasi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa publik hanya disuguhi narasi besar tanpa dasar data yang memadai.

Dalam prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, setiap proyek strategis semestinya mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik. Tanpa itu, tahap awal berpotensi menjadi ruang gelap kebijakan yang jauh dari pengawasan masyarakat.

Gubernur Papua menyebut kereta api sebagai “harapan masyarakat”. Namun, klaim tersebut memunculkan pertanyaan mendasar: masyarakat yang mana? Apakah aspirasi itu telah melalui konsultasi publik yang inklusif? Apakah masyarakat adat sebagai pemilik hak ulayat sudah dilibatkan secara langsung?

Di Papua, suara masyarakat adat bukan sekadar pelengkap administratif. Ia adalah elemen utama yang menentukan legitimasi pembangunan. Tanpa keterlibatan bermakna, klaim representasi berisiko menjadi sepihak dan berpotensi memicu ketidakpercayaan.

Persoalan lain yang tak kalah krusial adalah aspek sosial dan kultural. Rencana pembangunan rel dipastikan akan melintasi wilayah adat yang memiliki nilai historis dan hukum tersendiri. Jika tidak dikelola dengan hati-hati, proyek ini berpotensi menimbulkan sengketa tanah, penolakan masyarakat, hingga konflik sosial.

Selain itu, keberhasilan moda transportasi kereta api di Pulau Jawa belum tentu dapat direplikasi begitu saja di Papua. Kondisi geografis, kepadatan penduduk, serta pola mobilitas masyarakat yang berbeda menuntut pendekatan yang lebih kontekstual, bukan sekadar adopsi model dari wilayah lain.

Di tengah isu efisiensi anggaran nasional dan sensitivitas penggunaan dana otonomi khusus, proyek ini juga layak diuji sebagai bagian dari politik infrastruktur. Tanpa perencanaan matang, pembangunan kereta api berisiko berubah menjadi proyek prestise—lebih menonjolkan simbol kemajuan dibanding menjawab kebutuhan riil masyarakat.

Papua sejatinya tidak kekurangan gagasan besar. Yang kerap menjadi persoalan adalah keberanian untuk jujur menilai kebutuhan nyata di lapangan. Jika pembangunan tidak berpijak pada realitas rakyat, maka rel yang dibangun bukan menghubungkan wilayah, melainkan memperlebar jarak antara pemerintah dan masyarakat.

 

Jayapura, 21 Apri 2026

Penulis: Dr. Drs. Benhur Tommy Mano, MM

(KETUA KOMISIONER V IKATAN PERGURUAN TINGGI KEPAMONGPRAJAAN , meliputi : Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Bali, NTT)

 

Tags: benhur tommy manoGubernur PapuaKETUA KOMISIONER V IKATAN PERGURUAN TINGGI KEPAMONGPRAJAANPemerintah Provinsi PapuaPT Kereta Api IndonesiaWacana pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura
BagikanTweetKirimBagikan
Berita Sebelumnya

Ones Pahabol Serahkan 4 Usulan Strategis ke Wapres Gibran

Berita Terkait

Ones Pahabol Serahkan 4 Usulan Strategis ke Wapres Gibran
Nasional

Ones Pahabol Serahkan 4 Usulan Strategis ke Wapres Gibran

Kadis Pendidikan Jayapura Dorong Kepala Sekolah Berinovasi Lewat Pembelajaran Mendalam dan Koding
Kabar Daerah

Kadis Pendidikan Jayapura Dorong Kepala Sekolah Berinovasi Lewat Pembelajaran Mendalam dan Koding

Pengawasan Diperketat, Dinas Pastikan Produk Hewan di Oksibil Aman Dikonsumsi
Kesehatan

Pengawasan Diperketat, Dinas Pastikan Produk Hewan di Oksibil Aman Dikonsumsi

Jalur Wamena–Tolikara Lumpuh Akibat Longsor, DPR Papua Pegunungan Desak Penanganan Darurat
Papua Pegunungan

Jalur Wamena–Tolikara Lumpuh Akibat Longsor, DPR Papua Pegunungan Desak Penanganan Darurat

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

error: Nokenlive!!
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua