WAMENA, Nokenlive.com – Jalur trans Wamena yang menghubungkan Kabupaten Tolikara, Mamberamo Tengah hingga wilayah Puncak lumpuh total akibat banjir dan longsor sejak 19 April 2026. Kondisi ini mendapat sorotan serius dari Sekretaris Komisi III DPR Provinsi Papua Pegunungan, Takinus Yikwa, yang turun langsung meninjau lokasi terdampak di Distrik Bolakme dan Distrik Tagime, Kabupaten Jayawijaya, Selasa (21/4/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Takinus mendapati sejumlah titik jalan tertutup material longsor. Di Distrik Tagime, terdapat sedikitnya tiga titik longsor yang memutus akses menuju Tolikara. Sementara di Bolakme, banjir dan longsor turut menghambat aktivitas warga serta distribusi logistik.
Selain memantau kondisi lapangan, Takinus juga menyerap aspirasi masyarakat dan pemuda setempat yang mendesak pemerintah segera mengambil langkah cepat agar akses transportasi kembali normal.

Usai meninjau lokasi, ia langsung mendatangi kantor Satker PJN 1 Provinsi Papua Pegunungan untuk meminta penanganan darurat, sehingga kendaraan menuju Tolikara dan Mamberamo Tengah dapat kembali melintas.
Namun, menurutnya, upaya penanganan sempat terkendala adanya permintaan sebagian warga agar pemerintah daerah, baik Bupati Tolikara, Bupati Jayawijaya, maupun Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan turun langsung ke lokasi sebelum pekerjaan dilakukan.
Takinus mengaku telah berkoordinasi dengan pihak yang melakukan pemalangan agar memberikan akses kepada petugas teknis untuk segera menangani kerusakan jalan.
“Kami turun langsung dan melihat kondisi longsor. Sudah tiga sampai empat hari sejak 19 April, tetapi belum ada penanganan dari pemerintah,” ujarnya.
Ia menilai lambannya respons pemerintah menunjukkan kurangnya keseriusan dalam menangani kondisi darurat yang berdampak langsung pada masyarakat.
Takinus pun mendesak Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, dan Pemerintah Kabupaten Tolikara untuk segera berkolaborasi dengan instansi teknis, termasuk Bina Marga, guna mempercepat penanganan.
“Ini jalan nasional dan menjadi akses vital. Tidak boleh dibiarkan berlarut-larut,” tegasnya.

Ruas jalan tersebut diketahui merupakan jalur utama yang menghubungkan beberapa kabupaten di wilayah pegunungan dan menjadi urat nadi perekonomian masyarakat. Lumpuhnya jalur ini selama beberapa hari telah berdampak besar terhadap mobilitas warga dan distribusi kebutuhan pokok.
Sementara itu, perwakilan masyarakat Bolakme, Enase Tabuni, juga meminta perhatian serius pemerintah terhadap longsor yang terjadi di Kampung Oagambak dan sejumlah titik di Distrik Tagime.
“Kami minta pemerintah segera turun tangan karena longsor sudah terjadi beberapa hari dan sangat mengganggu aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Menutup keterangannya, Takinus kembali menegaskan pentingnya percepatan penanganan agar akses ekonomi dan mobilitas warga dapat segera pulih.
“Ini jalur utama masyarakat. Penanganan harus segera dilakukan,” pungkasnya.
(Tundemin Kogoya)





Apa komentar anda ?