PUNCAK, NOKENLIVE.com – Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menggelar sosialisasi sekolah kedinasan bagi pelajar di Kabupaten Puncak, Rabu (15/4).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) generasi muda Papua Tengah.
Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak Nenu Tabuni, Asisten II dan III Setda Puncak, perwakilan pemerintah daerah, serta siswa-siswi SMA/SMK yang mengikuti kegiatan dengan antusias.
Mewakili Kepala BKPSDM Papua Tengah, Wanda Joice Tangkere, S.Sos., M.I.P., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan pelajar terkait pilihan sekolah kedinasan yang tersedia di Indonesia.
“Selama ini banyak yang hanya mengenal IPDN, padahal masih banyak sekolah kedinasan lain yang memiliki peluang besar bagi masa depan generasi Papua Tengah. Ini juga merupakan bagian dari program prioritas gubernur dalam meningkatkan kualitas SDM melalui jalur pendidikan kedinasan,” ujarnya.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta diperkenalkan dengan berbagai sekolah kedinasan, antara lain Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS), Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip), Politeknik Imigrasi (Poltekim), serta Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG).

Sebagai bentuk keseriusan dalam mendukung peningkatan kualitas SDM, BKPSDM Papua Tengah juga menyiapkan program pembinaan bagi putra-putri daerah yang berminat melanjutkan pendidikan ke sekolah kedinasan. Program tersebut berupa bimbingan belajar intensif selama satu bulan yang akan dilaksanakan di Jayapura guna mempersiapkan peserta menghadapi seleksi nasional.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap dapat mencetak generasi muda Papua Tengah yang unggul, berdaya saing, dan siap mengisi berbagai posisi strategis di instansi pemerintahan di masa depan.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah menegaskan komitmennya untuk terus membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak asli Papua, sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan dan merata.
(Lisa Rumkorem – Redaksi DA)







Apa komentar anda ?