JAYAWIJAYA, NOKENLIVE.com – Musibah longsor menerjang Distrik Tagime, wilayah perbatasan Kabupaten Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, pada Minggu (16/02/2026) malam. Bencana tersebut juga mengakibatkan akses Jalan Trans Wamena–Tolikara serta Jalan Trans Wamena–Mamberamo Tengah di wilayah Tagime tertutup material longsor.
Meski material tanah, batu, dan kayu menimpa rumah warga, fasilitas kesehatan, serta badan jalan, dalam peristiwa ini dilaporkan tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian material cukup besar karena sejumlah rumah, kebun warga, dan fasilitas umum terdampak lumpur dan banjir.

Longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 17.30 WIT. Sekitar pukul 20.10 WIT, material tanah mulai meluncur dan menimpa permukiman warga, Puskesmas Tagime, serta badan jalan trans.
Salah satu pemuda Tagime, Rolius Yikwa, menjelaskan kronologi kejadian tersebut.
“Jam 5.30 sore hujan, dan setelah hujan jam 8.10 lewat mulai longsor dan menimpa beberapa rumah warga dan Puskesmas Tagime serta di badan jalan trans Wamena-Tolikara dan puncak,” ujar Rolius.

Kepala Distrik Tagime, Yasmina Tabuni, menyampaikan bahwa sebanyak 11 kampung terdampak dalam peristiwa tersebut. Lumpur bahkan masuk ke dalam ruangan Puskesmas Tagime dan rumah-rumah warga, termasuk rumah para petugas kesehatan.
“Kami masyarakat Distrik Tagime mengalami musibah dari 11 kampung dan juga Puskesmas Tagime semua tertimpa lumpur dalam ruangan Puskesmas Tagime dan juga beberapa warga yang mengalami hal yang sama, juga petugas-petugas Puskesmas mengalami hal yang sama tertimpa lumpur di dalam rumah,” ujar Yasmina Tabuni.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat Kepala Dinas dari Kabupaten Jayawijaya yang langsung turun ke lokasi untuk melihat kondisi Puskesmas Tagime.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas Kabupaten Jayawijaya yang sudah melihat kejadian tersebut di Tagime,” tambahnya.
Saat ini, para kepala kampung di Distrik Tagime tengah melakukan pendataan kerusakan dan korban terdampak. Pemerintah distrik masih menunggu laporan lengkap dari masing-masing kampung.
Kepala Kampung Tagime, Pelis Tabuni, mengungkapkan bahwa sekitar 50 warga mengalami kerugian akibat kebun mereka terendam banjir. Tanaman ubi jalar yang siap dipanen dalam dua hingga tiga hari ke depan, kini rusak dan hanyut terbawa air.
“Ada sekitar 50 warga yang mempunyai tanaman ubi jalar yang siap panen, tinggal menunggu dua atau tiga hari, tetapi sudah terendam banjir dari sungai dan tanaman tersebut dilahap banjir,” ujarnya.
Selain lahan pertanian, beberapa ternak warga juga ikut terdampak.
“Ada warga yang ternaknya babi dua ekor terbawa arus banjir,” tambahnya.
Ia meminta Pemerintah Kabupaten Jayawijaya untuk segera turun tangan membantu masyarakat Tagime yang terdampak.
“Kami meminta Pemerintah Kabupaten Jayawijaya untuk dapat melihat dan membantu kami warga Tagime,” tegas Pelis Tabuni.
Salah satu warga, Mama Tabuni, juga menyampaikan permohonan langsung kepada Bupati Jayawijaya agar memperhatikan kondisi masyarakat yang kehilangan lahan dan kolam ikan akibat banjir.
“Selamat pagi Bapa Bupati Jayawijaya, kami memohon Distrik Tagime, tanaman atau lahan dan juga kolam ikan tersebut semua hanyut dibawa arus air karena banjir. Terima kasih Bapa Bupati Jayawijaya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kampung Onggobalo, Nisan Yikwa, mengatakan bahwa longsor juga terjadi di Kampung Onggobalo dan menutup badan Jalan Trans Wamena–Mamberamo Tengah.
“Kami dari masyarakat Tagime dan Onggobalo menyampaikan kepada pemerintah bahwa kami sekarang terkena musibah yaitu longsor terjadi di Kampung Onggobalo. Maka itu kami meminta kepada Pemerintah Jayawijaya tolong membantu kami karena beberapa warga yang mempunyai kebun juga terkena longsor,” kata Nisan Yikwa.
Ia menambahkan bahwa kebun-kebun milik para ibu yang menjadi sumber penghidupan sehari-hari ikut terdampak.
“Beberapa ibu-ibu yang kebunnya terkena longsor karena itu tempat mencari makan sehari-hari. Oleh sebab itu kami meminta pemerintah untuk dapat melihat langsung tempat kejadian tersebut. Longsor tersebut juga menutup badan Jalan Trans Wamena–Mamberamo Tengah,” ujarnya.

Pasca kejadian, para pemuda dan masyarakat setempat bergotong royong membersihkan material longsor yang menutupi badan jalan serta parit. Material berupa batu dan kayu yang terbawa longsor menghambat akses transportasi antarwilayah.
Hingga berita ini diturunkan, proses pendataan masih berlangsung. Pemerintah distrik memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun masyarakat berharap adanya bantuan darurat dan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Jayawijaya serta Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan guna mempercepat pemulihan kondisi di Distrik Tagime. (Tundemin Kogoya – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?