JAYAPURA, NOKENLIVE.com – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Papua mencatat peningkatan signifikan jumlah pelanggaran lalu lintas sepanjang tahun 2025. Meski demikian, angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) justru mengalami penurunan cukup tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
Data tersebut disampaikan dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Cartenz 2026 yang digelar di Lapangan Apel Mapolda Papua Lama, Apo, Jayapura, Senin (2/2/2026). Apel dipimpin oleh Karo Ops Polda Papua, KBP Selamat Topan, S.I.K., M.Si, mewakili Kapolda Papua.

Dalam sambutannya, KBP Selamat Topan mengatakan bahwa Operasi Keselamatan tahun 2026 dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah hukum Polda Papua.
“Operasi keselamatan tahun 2026 ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, termasuk kita di wilayah Papua,” ujar Selamat Topan.
Ia menjelaskan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan menjelang bulan suci Ramadan yang tinggal dua minggu lagi, khususnya dalam menciptakan keselamatan berlalu lintas bagi masyarakat di jalan raya.
“Kegiatan ini sekaligus menjadi persiapan memasuki bulan suci Ramadan, khususnya menyangkut keselamatan berlalu lintas bagi pengendara di jalan raya,” katanya.
Lebih lanjut, Selamat Topan menegaskan bahwa pelaksanaan operasi akan mengedepankan langkah preemtif dan preventif, namun penindakan tetap dilakukan terhadap pelanggaran yang ditemukan di lapangan.
“Pelaksanaan operasi keselamatan ini tetap mengedepankan tindakan preemtif maupun preventif di lapangan dan apabila melanggar tetap akan ditindak sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Berdasarkan data yang dihimpun Ditlantas Polda Papua, jumlah tilang pada tahun 2024 tercatat sebanyak 480 pelanggar, sementara pada tahun 2025 meningkat menjadi 729 pelanggar, atau naik sekitar 50 persen.
Sementara itu, dari sisi teguran, pada tahun 2024 tercatat sebanyak 11.982 pelanggar, sedangkan pada tahun 2025 meningkat menjadi 13.856 pelanggar, atau mengalami kenaikan sekitar 15 persen.
Namun demikian, jumlah kasus kecelakaan lalu lintas justru mengalami penurunan. Pada tahun 2024 tercatat sebanyak 98 kasus, sedangkan pada tahun 2025 turun menjadi 49 kasus, atau berkurang sebanyak 49 kasus.
“Untuk korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda Papua, pada tahun 2024 tercatat 8 orang, sedangkan di tahun 2025 menurun menjadi 4 orang,” ungkap Selamat Topan.
Sementara itu, Dirlantas Polda Papua, KBP Indra K. Mangunsong, S.H., S.I.K., M.M, kepada wartawan mengatakan bahwa Operasi Keselamatan Cartenz 2026 bertujuan untuk mencegah terjadinya kecelakaan sekaligus mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas.
Operasi ini dalam rangka mencegah sekaligus mensosialisasikan dan mengedukasikan kepada masyarakat di Jayapura dan sekitarnya tentang pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas di jalan raya,” jelasnya.
Ia menambahkan, operasi ini juga dilakukan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2026.
Selain itu, pihaknya akan memberikan perhatian khusus terhadap kendaraan umum dan angkutan penumpang, terutama angkot, mengingat besarnya potensi risiko keselamatan.
“Kami juga akan fokus kepada kendaraan umum dan angkutan, terutama angkot penumpang, sebab keselamatan berlalu lintas begitu penting apalagi membawa penumpang dalam jumlah besar,” tuturnya.
Dirlantas Polda Papua pun mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah Jayapura dan sekitarnya, untuk selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara.
“Lengkapi surat-surat kendaraan, hindari penggunaan knalpot racing, jangan berkendara dalam keadaan mabuk, tidak berboncengan lebih dari dua orang, tidak melawan arus, serta selalu menggunakan helm standar,” pesannya.
Operasi Keselamatan Cartenz 2026 akan dilaksanakan selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026, di seluruh wilayah hukum Polda Papua dan jajaran Polres.
(Melviandres Pamanggori – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?