ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Kamis, Mei 7, 2026
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Jurnalis Kompas Robert Yewen Ajak Generasi Muda Angkat Potensi Kampung Papua ke Layar Media

Jurnalis Kompas Robert Yewen Ajak Generasi Muda Angkat Potensi Kampung Papua ke Layar Media

Oleh : Nokenlive
15 Januari 2026
Di Kabar Daerah, Nasional, Papua Pegunungan, PAPUA SELATAN, Papua Tengah, Papua Terkini, Provinsi Papua
0
Jurnalis Kompas Robert Yewen Ajak Generasi Muda Angkat Potensi Kampung Papua ke Layar Media

Foto : Hubertus. Keterangan Foto: Jurnalis Harian Kompas, Robert Yewen, dalam workshop bertema “Dari Kampung ke Layar: Memberdayakan Komunitas dalam Produksi Media” pada Festival Media Se-Tanah Papua perdana yang digelar di Nabire, Papua Tengah, pada 13–15 Januari 2026.

NABIRE, NOKENLIVE.COM – Potensi cerita dari kampung-kampung di Tanah Papua dinilai masih belum tergarap maksimal oleh media massa. Padahal, kampung menyimpan kekayaan pangan lokal, potensi alam, serta nilai-nilai budaya yang sangat kuat dan layak diketahui masyarakat luas.

Hal tersebut disampaikan jurnalis Harian Kompas, Robert Yewen, dalam workshop bertema “Dari Kampung ke Layar: Memberdayakan Komunitas dalam Produksi Media” pada Festival Media Se-Tanah Papua perdana yang digelar di Nabire, Papua Tengah, pada 13–15 Januari 2026. Workshop tersebut dimoderatori oleh Moses Baab dan diikuti pelajar, mahasiswa, serta jurnalis dari berbagai daerah.

Yewen mengajak pelajar, mahasiswa, dan jurnalis untuk lebih aktif menulis dan mempublikasikan kehidupan kampung sebagai sumber cerita yang kaya dan inspiratif.

“Di kampung banyak potensi, baik itu pangan lokal, potensi alam, budaya-budaya yang sangat dijaga dan dijaga dengan baik oleh masyarakat. Dengan materi yang kita berikan, sebenarnya bagian dari merangsang para pelajar dan mahasiswa di Nabire untuk mengembangkan diri dan membudayakan literasi menulis,” ujar Yewen, Kamis (15/1/2026).

Menurut Yewen, cerita-cerita kampung tidak hanya penting sebagai arsip budaya, tetapi juga memiliki nilai jurnalistik tinggi jika dikemas dengan baik. Cerita tersebut dapat berupa kisah inspiratif individu, praktik budaya lokal, hingga pengelolaan potensi alam oleh masyarakat setempat.

“Saya berharap dengan materi ini, teman-teman mahasiswa, pelajar, dan juga jurnalis terus meningkatkan kemampuan di bidang literasi menulis. Cerita-cerita kampung itu kita bawa ke dalam layar media, tapi juga di dalam sosial media kita sendiri, terutama teman-teman mahasiswa dan pelajar,” jelasnya.

Workshop ini bertujuan mendorong literasi media di kalangan generasi muda Papua, khususnya dalam mengangkat cerita-cerita lokal yang sarat nilai budaya dan potensi daerah. Para peserta tampak antusias mengikuti materi, terutama terkait teknik produksi media berbasis konten lokal.

Sebagai narasumber, Yewen juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Festival Media Se-Tanah Papua yang pertama kali digelar. Meski demikian, ia menyampaikan sejumlah masukan konstruktif untuk penyelenggaraan ke depan.

“Festival ini sangat baik, sudah cukup baik karena ini pertama dilakukan. Tentu pasti ada kekurangan-kekurangan yang perlu diperbaiki. Salah satunya, ketika nanti ke depannya dilakukan lagi, kita berharap stan dari teman-teman media bisa terpampang,” sarannya.

Menurut Yewen, kehadiran stan media dapat menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk mengenal kerja jurnalistik, baik media cetak maupun media daring, sekaligus memperlihatkan proses kerja media yang selama ini berada di balik layar.

Melalui festival ini, diharapkan lahir lebih banyak penulis dan jurnalis muda Papua yang mampu mengangkat wajah kampung ke ruang publik, sekaligus memperkuat identitas dan narasi Papua dari perspektif orang Papua sendiri.

(Hubertus Gobai – Redaksi DA)

Tags: Asosiasi Wartawan Papua (AWP)Festival Media Se Tanah Papua
BagikanTweetKirimBagikan
Berita Sebelumnya

Perda Ada, Hak OAP Tersendat: Jhon Gobai Soroti Implementasi Regulasi di Papua

Berita Selanjutnya

100 Personel Gabungan Amankan Festival Media Papua 2026 di Nabire Selama Tiga Hari

Berita Terkait

Kejari Jayapura Musnahkan Barang Bukti 62 Perkara, Didominasi Kasus Narkoba dan Kekerasan
Hukum dan Kriminal

Kejari Jayapura Musnahkan Barang Bukti 62 Perkara, Didominasi Kasus Narkoba dan Kekerasan

Lulus 100 Persen, Siswa SMAN 4 Jayapura Tembus Universitas di Hongkong dan PTN Favorit
Nasional

Lulus 100 Persen, Siswa SMAN 4 Jayapura Tembus Universitas di Hongkong dan PTN Favorit

Realisasi Fisik Pemkot Jayapura Capai 31,50 Persen, Wali Kota Warning OPD Lamban
Politik dan Pemerintahan

Realisasi Fisik Pemkot Jayapura Capai 31,50 Persen, Wali Kota Warning OPD Lamban

Jelang Laga Penentuan Kontra Adyaksa, Persipura Kehilangan Arthur Vieira
Nasional

Jelang Laga Penentuan Kontra Adyaksa, Persipura Kehilangan Arthur Vieira

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

error: Nokenlive!!
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua