ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Sabtu, Juli 11, 2026
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Di Hari HAM Sedunia, KNPB Sebut 64 Tahun Luka dan Darah di Tanah Papua

Di Hari HAM Sedunia, KNPB Sebut 64 Tahun Luka dan Darah di Tanah Papua

Oleh : Nokenlive
10 Desember 2025
Di Provinsi Papua
0
Di Hari HAM Sedunia, KNPB Sebut 64 Tahun Luka dan Darah di Tanah Papua

Massa dari KNPB dan koalisi, saat menggelar aksi demo damai di Jayapura, Papua dalam rangka Hari HAM Sedunia, Rabu (10/12/2025). Foto: Hubertus Gobai

JAYAPURA, NOKENLIVE.com– Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menggelar aksi demonstrasi memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional, Rabu (10/12/2025), di kawasan lingkaran Abepura, Kota Jayapura, Papua.
‎
‎Aksi ini menjadi momentum bagi massa untuk menyerukan kembali berbagai persoalan pelanggaran HAM yang disebut telah berlangsung selama 64 tahun sejak Papua bergabung dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
‎
‎Massa mulai memadati area persimpangan Tugu Pendidikan Abepura sejak pukul 09.30 WIT. Mereka membawa beragam spanduk dan poster bernada kritik terhadap negara, serta tuntutan penyelesaian kasus-kasus kekerasan yang hingga kini dinilai tidak menemukan kejelasan.
‎
‎Beberapa poster yang tampak di lokasi bertuliskan: “RIP Demokrasi Indonesia,” “Demokrasi adalah topeng kolonial, hukum adalah senjata kolonial,”“Indonesia bertanggung jawab atas pelanggaran HAM berat selama 64 tahun di Papua,” “Manusia Papua Bukan Binatang,” dan “Buka Suara Han Jahat Mencuri Emas.”
‎
‎Salah satu orator menegaskan bahwa Hari HAM Sedunia merupakan momen penting untuk mengingat kembali penderitaan masyarakat Papua.
‎
‎“Hari ini adalah hari kesakralan bagi kemanusiaan, terutama bagi kami di Papua yang selalu hidup di atas penderitaan dan penindasan. Aksi ini adalah cara kami bersuara,” ujarnya dalam orasi.
‎
‎Ia menjelaskan bahwa berbagai tragedi kekerasan yang terjadi di Papua sejak puluhan tahun lalu tetap menyisakan luka mendalam dan belum menemukan penyelesaian yang tuntas.
‎
‎“Sampai hari ini negara belum mampu menyelesaikan satu pun kasus besar di Papua, seperti Abepura Berdarah, Wamena Berdarah, Biak Berdarah, Paniai Berdarah, Nduga Berdarah, Yahukimo Berdarah, Intan Jaya Berdarah, dan banyak tragedi lain. Hal ini membuka ruang bagi tuntutan hak penentuan nasib sendiri secara demokratis dan bermartabat,” paparnya.
‎
‎Seorang orator lainnya turut menyampaikan tuntutan agar negara membuka akses bebas bagi lembaga-lembaga independen seperti Komnas HAM, LSM kemanusiaan, serta media nasional maupun internasional untuk memantau kondisi HAM di Papua secara objektif.
‎
‎Selain itu, massa aksi mendesak pemerintah untuk membangun mekanisme dialog bermartabat dan setara, dengan melibatkan tokoh adat, tokoh gereja, perwakilan rakyat Papua, serta organisasi masyarakat sipil sebagai jalan penyelesaian damai atas konflik panjang di Papua.
‎
‎“Solusi penyelesaian pelanggaran HAM di Papua bukan sekadar soal kesejahteraan. Yang kami butuhkan adalah penyelamatan manusia dan alam Papua. Kesejahteraan bisa kami capai jika diberikan kedaulatan menentukan nasib melalui referendum,” kata salah satu orator.
‎
‎Hingga pukul 13.59 WIT, massa aksi masih terus menyampaikan orasi bergantian di area lingkaran Abepura, Kota Jayapura. (Hubertus Gobai/Redaksi NL)

Tags: Hari HAM SeduniaKNPBkota jayapuraPapua
BagikanTweetKirimBagikan
Berita Sebelumnya

Peringati Hari HAM Sedunia: Polresta Jayapura Kota menurunkan 700 Personel Dengan Pola Pengamanan Berlapis

Berita Selanjutnya

Komnas HAM Papua:  Kekerasan di Papua Cenderung Meningkat, Tercatat Ada 116 Kasus Selama Tahun 2025

Berita Terkait

Kafilah Kota Jayapura Siap Berlaga di MTQ ke-31 Tingkat Provinsi Papua
Provinsi Papua

Kafilah Kota Jayapura Siap Berlaga di MTQ ke-31 Tingkat Provinsi Papua

Siswa SMAN 8 Jayapura Lolos Paskibraka Nasional 2026
Nasional

Siswa SMAN 8 Jayapura Lolos Paskibraka Nasional 2026

Dirlantas Polda Papua: 61 Orang Meninggal Akibat Kecelakaan Lalu Lintas Selama Semester I 2026
Provinsi Papua

Dirlantas Polda Papua: 61 Orang Meninggal Akibat Kecelakaan Lalu Lintas Selama Semester I 2026

Polresta Ungkap Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Muara Tami, Ayah Tiri Jadi Tersangka
Hukum dan Kriminal

Polresta Ungkap Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Muara Tami, Ayah Tiri Jadi Tersangka

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua