ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Selasa, Mei 26, 2026
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Di Hari HAM Sedunia, KNPB Sebut 64 Tahun Luka dan Darah di Tanah Papua

Di Hari HAM Sedunia, KNPB Sebut 64 Tahun Luka dan Darah di Tanah Papua

Oleh : Nokenlive
10 Desember 2025
Di Provinsi Papua
0
Di Hari HAM Sedunia, KNPB Sebut 64 Tahun Luka dan Darah di Tanah Papua

Massa dari KNPB dan koalisi, saat menggelar aksi demo damai di Jayapura, Papua dalam rangka Hari HAM Sedunia, Rabu (10/12/2025). Foto: Hubertus Gobai

JAYAPURA, NOKENLIVE.com– Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menggelar aksi demonstrasi memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional, Rabu (10/12/2025), di kawasan lingkaran Abepura, Kota Jayapura, Papua.
‎
‎Aksi ini menjadi momentum bagi massa untuk menyerukan kembali berbagai persoalan pelanggaran HAM yang disebut telah berlangsung selama 64 tahun sejak Papua bergabung dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
‎
‎Massa mulai memadati area persimpangan Tugu Pendidikan Abepura sejak pukul 09.30 WIT. Mereka membawa beragam spanduk dan poster bernada kritik terhadap negara, serta tuntutan penyelesaian kasus-kasus kekerasan yang hingga kini dinilai tidak menemukan kejelasan.
‎
‎Beberapa poster yang tampak di lokasi bertuliskan: “RIP Demokrasi Indonesia,” “Demokrasi adalah topeng kolonial, hukum adalah senjata kolonial,”“Indonesia bertanggung jawab atas pelanggaran HAM berat selama 64 tahun di Papua,” “Manusia Papua Bukan Binatang,” dan “Buka Suara Han Jahat Mencuri Emas.”
‎
‎Salah satu orator menegaskan bahwa Hari HAM Sedunia merupakan momen penting untuk mengingat kembali penderitaan masyarakat Papua.
‎
‎“Hari ini adalah hari kesakralan bagi kemanusiaan, terutama bagi kami di Papua yang selalu hidup di atas penderitaan dan penindasan. Aksi ini adalah cara kami bersuara,” ujarnya dalam orasi.
‎
‎Ia menjelaskan bahwa berbagai tragedi kekerasan yang terjadi di Papua sejak puluhan tahun lalu tetap menyisakan luka mendalam dan belum menemukan penyelesaian yang tuntas.
‎
‎“Sampai hari ini negara belum mampu menyelesaikan satu pun kasus besar di Papua, seperti Abepura Berdarah, Wamena Berdarah, Biak Berdarah, Paniai Berdarah, Nduga Berdarah, Yahukimo Berdarah, Intan Jaya Berdarah, dan banyak tragedi lain. Hal ini membuka ruang bagi tuntutan hak penentuan nasib sendiri secara demokratis dan bermartabat,” paparnya.
‎
‎Seorang orator lainnya turut menyampaikan tuntutan agar negara membuka akses bebas bagi lembaga-lembaga independen seperti Komnas HAM, LSM kemanusiaan, serta media nasional maupun internasional untuk memantau kondisi HAM di Papua secara objektif.
‎
‎Selain itu, massa aksi mendesak pemerintah untuk membangun mekanisme dialog bermartabat dan setara, dengan melibatkan tokoh adat, tokoh gereja, perwakilan rakyat Papua, serta organisasi masyarakat sipil sebagai jalan penyelesaian damai atas konflik panjang di Papua.
‎
‎“Solusi penyelesaian pelanggaran HAM di Papua bukan sekadar soal kesejahteraan. Yang kami butuhkan adalah penyelamatan manusia dan alam Papua. Kesejahteraan bisa kami capai jika diberikan kedaulatan menentukan nasib melalui referendum,” kata salah satu orator.
‎
‎Hingga pukul 13.59 WIT, massa aksi masih terus menyampaikan orasi bergantian di area lingkaran Abepura, Kota Jayapura. (Hubertus Gobai/Redaksi NL)

Tags: Hari HAM SeduniaKNPBkota jayapuraPapua
BagikanTweetKirimBagikan
Berita Sebelumnya

Peringati Hari HAM Sedunia: Polresta Jayapura Kota menurunkan 700 Personel Dengan Pola Pengamanan Berlapis

Berita Selanjutnya

Komnas HAM Papua:  Kekerasan di Papua Cenderung Meningkat, Tercatat Ada 116 Kasus Selama Tahun 2025

Berita Terkait

Komisi A DPR Kota Jayapura Tinjau Kampung Enggros, Kepala Kampung Soroti Implementasi Perda
Kabar Daerah

Komisi A DPR Kota Jayapura Tinjau Kampung Enggros, Kepala Kampung Soroti Implementasi Perda

Bea Cukai Jayapura Musnahkan Ribuan Rokok dan Ratusan Liter Minuman Alkohol Ilegal, Kerugian Negara Capai 61 Juta Rupiah
Hukum dan Kriminal

Bea Cukai Jayapura Musnahkan Ribuan Rokok dan Ratusan Liter Minuman Alkohol Ilegal, Kerugian Negara Capai 61 Juta Rupiah

Wakil Wali Kota Jayapura Dorong Forum Anak di Tiap Kampung untuk Atasi Stunting dan Tingkatkan Kualitas Hidup
Kabar Port Numbay

Wakil Wali Kota Jayapura Dorong Forum Anak di Tiap Kampung untuk Atasi Stunting dan Tingkatkan Kualitas Hidup

Kejari Jayapura Berhasil Amankan Satu DPO Perkara Tindak Pidana Korupsi
Hukum dan Kriminal

Kejari Jayapura Berhasil Amankan Satu DPO Perkara Tindak Pidana Korupsi

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

error: Nokenlive!!
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua