JAYAPURA,NOKENLIVE.com- Dalam jumpa pers dengan rekan media di Jayapura, pada momentum peringatan Hari Hak Asasi Manusia ke 77 tanggal 10 Desember 2025 yang berlangsung di Kantor Komnas HAM RI Perwakilan Papua pada Rabu, (10/12/2025).
Kepala Komisi Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Perwakilan Papua, Frits Ramandey mengatakan situasi kekerasan di Tahun 2025, khususnya kekerasan bersenjata alami peningkatan yang signifikan. Dan terus berulang.
“Tren eskalasi kekerasan di Tanah Papua, cenderung meningkat. Sepanjang bulan Januari hingga Desember di tahun 2025,” katanya.
Menurutnya, tercatat ada 116 kasus yang terjadi. Dan didominasi oleh kontak tembak dan penembakan (serangan tunggal).
Sambungnya, dari 116 kasus kekerasan itu terdiri dari:
1. Penembakan 55 kasus
2. Penganiayaan 44 kasus
3. Kerusuhan 9 peristiwa
4. Penyiksaan 2 peristiwa
5. Dan pengrusakan 1 peristiwa.
Ditambahkan lelaki asal kota sejuta bakau Waropen ini, dari sisi sebaran kasus berdasarkan wilayah paling tinggi selama Tahun 2025, terdapat di Yahukimo 28 kasus, Intan Jaya 18 kasus, Puncak Jaya 10 kasus, Puncak 8 kasus, Kota Jayapura 7 kasus serta Kabupaten Jayawijaya 6 kasus.
Kemudian kata Frits Ramandey didampingi Wakilnya Melkior Weruin, dari jumlah korban selama 2025 sebanyak 220 orang. Terdiri atas 132 orang meninggal dunia, 88 orang luka-luka. Dimana 134 warga sipil dan meninggal dunia 77 orang lalu 57 luka-luka.
“Sebanyak 44 orang anggota TPMPB OPM yang jadi korban yaitu 41 meninggal dunia dan 4 orang luka-luka. Kemudian untuk aparat keamanan ada 41 orang dimana yang meninggal 14 orang dan 31 orang alami luka-luka, dan ada 1 orang warga negara asing “tuturnya.
Untuk itu, di momentum peringatan hari Hak Asasi Manusia se Dunia ke 77 di Tahun 2025. Pihaknya hendak memberikan catatan sekaligus seruan sebagai berikut:
1. Komnas Ham Papua sampaikan keprihatinan dan empati buat warga yang terdampak, dan semoga diberi kekuatan ditengah masa sulitnya, khusus yang terkena bencana kemanusian.
2. Komnas Ham Papua sampaikan duka cita yang mendalam kepada mereka korban konflik kekerasan di Tanah Papua. Dan kedepan harus jadi perhatian pemerintah guna akhiri konflik di Papua.
3. Terakhir buat Presiden supaya memberikan jaminan keamanan bagi warga negara indonesia yang ada di Papua, agar tidak lagi menjadi korban kekerasan dari peristiwa konflik bersenjata di Papua.
Adapun tema peringatan Hari Hak Asasi Manusia Internasional di Tahun 2025 yaitu : “ Hak Asasi Manusia, Kebutuhan Esensial Kita Sehari-hari”. Sedangkan untuk di Komnas Ham Papua mengusung tema : memuliakan manusia, merawat perdamaian. (Melviandres Pamanggori/Redaksi NL)





Apa komentar anda ?