KEEROM, NOKENLIVE.com- Bupati Keerom, Piter Gusbager rela menelusuri Sungai Bias selama 8 jam, guna menemui masyarakat di Kampung Niliti, Distrik Towe, Kabupaten Keerom, Papua, Kamis (18/9/2025).
Bupati Keerom bersama rombongan menggunakan perahu motor milik masyarakat membawa bantuan menyeberangi Sungai Bias yang penuh liku-liku.
Kedatangan Bupati Keerom mengobati kerinduan masyarakat Kampung Niliti selama bertahun-tahun menantikan seorang pejabat yang datang dan berkunjung ke kampung mereka.
Bupati Keerom disambut dengan tari-tarian adat dan mengendong bupati dari perahu menuju ke Balai Kampung Niliti.
Sesampai di sana, Bupati Keerom menyerahkan sejumlah bantuan ke gereja sebesar Rp100 juta rupiah, bantuan uang tunai bagi mama-mama pelaku UMKM, bantuan Rp10 juta bagi setiap keluarga yang rumahnya terkena angin putting beliung.

Bupati Keerom kemudian membuka peta dan menunjukkan kepada masyarakat bahwa Kampung Niliti yang dibangun saat ini sudah lewat batas negara dan berada di Papua New Guinea (PNG).
“Saya minta masyarakat untuk tarik ke atas sedikit Kampung Niliti, sehingga masuk wilayah Indonesia, karena bangun ini dibangun di atas wilayah Papua Nugini,” jelasnya.
Bupati Piter berharap, masyarakat Kampung Niliti bisa segera memindahkan kampungya ke wilayah Indonesia, sehingga bisa mendapatkan hak dan kewajibannya sebagai warga negara.
Baca juga: Bupati Piter Gusbager Minta Kadistrik dan KPK Berikan Pelayanan Maksimal kepada Masyarakat
“Nanti saya akan datang dan cek lagi apakah perkampungan sudah dipindahkan. Jika sudah, maka tahun depan kami akan bangun sekolah dan tepati lagi guru-guru, sehingga anak-anak bisa sekolah,” ujarnya.
Orang nomor satu di Kabupaten Keerom ini meninjau langsung 13 rumah warga yang terkena bencana alam angin puting beliung awal bulan September 2025 lalu.

Setelah itu, Bupati Piter meninjau sekolah dan gereja serta menerima berbagai aspirasi dari masyarakat Kampung Niliti, termasuk akses jalan menuju ke Kampung Niliti yang harus dibangun dari Kampung Jember.
Sementara itu, Bendahara Kampung Niliti, Kompoti Aisi mengatakan, kunjungan Bupati Keerom ini adalah yang pertama kali dan sebelumnya tidak pernah ada satu pun pejabat yang datang mengunjungi warga di Kampung Niliti.
Baca juga: Bersumber Dari Dana Otsus, Pemda Siapkan 1,5 Miliar Lebih untuk 760 UMKM OAP di Keerom
“Kami ucapkan terima kasih, karena ini pertama kali Bupati Keerom bisa kunjungi kami dan datang bawa bantuan secara langsung untuk warga di Kampung Niliti,” ungkapnya.
Kompoti menyatakan, pihaknya bersama warga sudah sepakat akan memindahkan Kampung Niliti ke atas, sehingga masuk wilayah Indonesia. Hal ini agar kedepan tidak ada masalah lagi antara batas negara, baik Republik Indonesia dan Papua Nugini.

“Warga sudah sepakat dan akan memindahkan kampung ini ke wilayah Indonesia, sehingga bantuan, seperti pembangunan sekolah dan perumahan tahun depan bisa diturunkan di Kampung Niliti,” katanya.
Setelah menyerahkan bantuan dan peninjau kondisi Kampung Niliti, Bupati Keerom bersama rombongan kemudian menggunakan perahu motor kembali ke Kampung Bias pada sore hari sekitar pukul 18.30 WIT.
Baca juga: Pemda Keerom Bagikan 50ribu Masker dan 1100 APD
Dalam perjalanan menyelusuri sungai di malam hari, Bupati Keerom dan rombongan sempat bermalam dan beristirahat di sebuah pondok sederhana milik masyarakat yang berada di pinggiran Sungai Bias.
Pada Jumat (19/9/2025) sekitar pukul 05.00 WIT pagi, Bupati dan rombongan kembali menelusuri sungai hingga tiba sekitar pukul 10.30 WIT di Kampung Bias. (Redaksi NL)





Apa komentar anda ?