NABIRE, NOKENLIVE.com- Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Frits Nawipa tatap muka bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA).
Dalam Pertemuan yang penuh khidmat itu, KPA Papua Tengah bersama Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersepakat siap atasi penyakit menular.
Pada momentum itu, Gubernur Meki Nawipa mendengarkan langsung KPA Papua Tengah memaparkan secara lisan kerja disertai langkah-langkah guna menekan angka kasus HIV/AIDS.
Ketua KPA Papua Tengah, Freny Anouw mengatakan, guna melancarkan kerja sosialisasi dan edukasi HIV/AIDS ke masyarakat luas pihaknya mematangkan kerjasamanya.
”Pertama, bahwa kami KPA mengajak semua pihak. Dan, kami telah melakukan kerjasama ke sejumlah pihak,” kata Freny.
Baca juga: Gubernur Meki Nawipa Resmi Kukuhkan 40 Paskibraka Tingkat Provinsi Papua Tengah 2025
Ia menjelaskan agar gencar melakukan sosialisasi dan edukasi, maka menertibkan faktor pendukung memicu dampak penularan.
Data yang dihimpun KPA Papua Tengah tempat-tempat hiburan, peredaran Minuman Keras (Miras), Narkoba, Ganja, merupakan faktor dapat menghilangkan kesadaran bahaya HIV/AIDS.
”Oleh karena itu, KPA telah teken Memorandum of Understanding (MoU) bersama sejumlah pihak,” pungkas Anouw.
Anouw menyatakan MoU bersama ini merupakan bukti sinergitas perangi penyakit penularan termasuk HIV/AIDS.
Baca juga: Pemerintah Pusat Realisasi Program MBG, CKG, Bansos, Kopdes dan Ekonomi Kampung Terpadu di Papua Tengah
”Dewan Muslim Indonesia (DMI), Perwakilan Gereja, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Papua Tengah, itu sudah teken MoU,” jelasnya.
Ketua KPA mengungkapkan telah bertemu Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Papua Tengah.
”Polda dan Disdikbud Papua Tengah menerima kami secara baik, dan banyak hal telah kami berdiskusi guna sigap bersama,” ungkap Freny.
Untuk Polda dan Satpol PP tambah Freny akan berperan bersama dalam sosialisasi KPA.
Sementara itu untuk Disdikbud Papua Tengah, KPA akan fokus bekerjasama untuk membuat modul pendidikan.
Baca juga: Peringati Hut RI ke 80, Pemprov Papua Tengah Gelar Lomba Fun Run 10 Km
”Ini agar dimasukkan dalam pembelajaran muatan lokal (mulok) melalui kurikulum pembelajaran di sekolah-sekolah,” tambah Ketua KPA.
Freny menuturkan Dinas Kesehatan sudah menjadi mitra utama dalam penanganan HIV/AIDS.
KPA berharap dengan memperkuat sinergi Keamanan, Agama, Pendidikan, dan Kesehatan, masyarakat makin sadar pentingnya hidup sehat dan mencegah penularan HIV/AIDS.
Pada kesempatan itu, Sekertaris I KPA Papua Tengah, Leonardus Magai meminta petunjuk jadwal Gubernur terkait kegiatan KPA menyelenggarakan Fokus Grup Diskusi (FGD).
”KPA Papua Tengah akan menyelenggarakan giat dalam penyusunan Modul Mulok yang dimasukkan dalam kurikulum, pada tanggal 23 Agustus 2025 pekan depan,” pinta Magai.
Baca juga: Hut RI Ke-80 Bertepatan Pada Hari Minggu, Pemprov Papua Tengah Keluarkan Surat Edaran Pemajuan Waktu Ibadah Bagi Umat Kristiani
KPA Papua Tengah akan teken MoU bersama Dinas Sosial dan Admin dukcapil Papua Tengah.
Sementara itu, Gubernur Meki Nawipa menyatakan dukungan menekan penyakit menular.
”HIV/AIDS, Sipilis, TB, Malaria, ini penting untuk ada sosialisasi dan edukasinya. KPA nanti fokus memberikan pemahaman ke semuanya,” pesan Gubernur.
Menurut Gubernur, dimulai dari diri sendiri, keluarga, agar memahami pentingnya pencegahan lebih awal.
”Nasihat moral dari orang tua kepada anak, kesadaran atas diri sendiri bahaya penyakit menular ini penting,” pungkas Orang Nomor Satu Papua Tengah.
Gubernur mengajak semua pihak terlebih khusus Pemerintah Kabupaten agar gandeng KPA masing-masing kabupaten guna memberikan Sosialisasi-Edukasi.
Baca juga: Dorong Pangan Lokal MBG Di Papua Tengah, Kunker Perdana Menteri Desa RI Lakukan Penanaman Jagung di Bumi Raya Nabire
”KPA nanti kamu harus benar-benar fokus Sosialisasi-Edukasi, dan kerja-kerja lainnya setiap kabupaten percayakan KPA masing-masing daerah,” pinta Meki.
Pertemuan tatap muka pengurus KPA Papua Tengah bersama Gubernur, berlangsung penuh khidmat empat jam lebih.
Pertemuan itu diharapkan dalam memberikan kemajuan dalam kerja-kerja menekan angka penyakit menular, termasuk HIV/AIDS. 8/2







Apa komentar anda ?