JAYAPURA, NOKENLIVE.com- Pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua telah berlangsung pada, Rabu (6/8/2025) di 8 Kabupaten dan 1 Kota.
Meskipun secara umum berjalan aman dan lancar, namun dalam proses pemilihan tadi (kemarin-red), Tim Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Nomor Urut 1, Benhur Tomi Mano-Constant Karma (BTM-CK) menemukan adanya dugaan kekerasan dan pengambilan C plano di salah satu kelurahan yang ada di Kota Jayapura.
Juru Bicara Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Nomor Urut 1, Benhur Tomi Mano- Constan Karma (BTM-CK), Marshel Morin mengungkapkan adanya dugaan kekerasan terhadap tim pemenangan BTM-CK di Kampung Yoka, Distrik Heram, Kota Jayapura.
“Kami sedang menginvestigasi kasus pemukulan terhadap salah satu anggota tim kami di Kampung Yoka,” ungkapnya saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di kediaman Calon Gubernur Papua, Benhur Tomi Mano (BTM) di Kotaraja, Abepura, Kota Jayapura, Rabu (6/9/2025) malam.
Tak hanya itu, Marshel menyampaikan bahwa adanya dugaan temuan serius, terkait pengambilan C plano dari dalam kotak suara di Kelurahan Yobe, Distrik Abepura, Kota Jayapura.
“Kami juga menerima adanya laporan, terkait pengambilan C plano secara ilegal di Kantor Kelurahan Yobe,” katanya.
“Jika ini benar, maka ini pelanggaran serius yang harus ditindak tegas oleh Bawaslu,” tegas dia menambahkan.
Baca juga: PSU Pilkada Papua, BTM- CK Unggul Telak di TPS 901 Lapas Abepura, Raih 459 Suara
Kata Marshel, C plano adalah dokumen vital dan tidak boleh dipindahkan sembarangan, karena melanggar Undang-Undang (UU) dan dapat berujung pidana.
“Kami mendesak Bawaslu Papua, agar segera mengusut tuntas kasus ini dan mengawasi proses rekapitulasi secara menyeluruh di seluruh distrik,” ujarnya.
“Jangan sampai ada manipulasi data yang mencederai proses demokrasi di Papua,” tutupnya. (Hubertus Gobai/Fredik)
Baca juga: Kabid Humas Klaim Pelaksanaan PSU Berjalan Aman, Tertib dan Lancar





Apa komentar anda ?