NABIRE, NOKENLIVE.com- Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Nawipa secara resmi membuka Sosialisasi Jaga Desa, Tipikor dan Mitigasi Resiko Kerugian Keuangan Negara yang dilaksanakan di Aula Ballroom Kantor Gubernur Provinsi Papua Tengah, Kamis, (24/7/2025).
Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Nawipa menyampaikan selamat datang dan juga selamat merayakan hari Bhakti Adhyaksa ke-65 pada tanggal 22 Juli 2025 lalu.
“Atas nama pemerintah Provinsi Papua Tengah, saya menyampaikan “Selamat datang kepada tim dari Kejaksaan Tinggi Papua Ke Provinsi Papua Tengah” dan selamat merayakan Hari Bhakti Adhyaksa ke-65 tahun,” ungkapnya dalam sambutan.
Gubernur Meki mengatakan, pelaksanaan kegiatan tersebut difokuskan kepada sosialisasi Jaga Desa, Tipikor Dan Mitigasi Risiko Kerugian Keuangan Negara, serta PKS antara Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Kejaksaan Tinggi dan Polda Papua Tengah.
Program Jaga Desa merupakan salah satu upaya preventif yang dilakukan Kejaksaan yang bertujuan untuk mendorong tercapainya pemerataan pembangunan di tingkat desa melalui penyaluran dana desa.
Instruksi Jaksa Agung RI Nomor 5 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Peran Kejaksaan RI Dalam Membangun Kesadaran Hukum Masyarakat Desa Guna Menekan Tindakan Penyalahgunaan Dana Desa Di Kampung Atau Desa.

“Gerakan budaya anti korupsi harus terus kita galakkan. Masyarakat harus tahu apa itu korupsi. Kita semua harus tahu apa itu gratifikasi. Masyarakat harus menjadi bagian utama pencegahan korupsi, anti korupsi dan harus menjadi budaya untuk takut melakukan korupsi,” ujarnya.
“Memberantas korupsi secara profesional, intensif dan berkesinambungan akan menciptakan pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme,” sambung dia.
Gubernur Meki, menekankan pentingnya pemberantasan korupsi dan hal tersebut merupakan tanggung jawab semua elemen masyarakat, pemerintah dan penegak hukum.
Baca juga: Gubernur Papua Tengah: Berhenti Palang-Palang, Pembangunan Jalan Intan Jaya Harus Tembus Paniai
“Mari bersama meneguhkan komitmen bersama, untuk melaksanakan mitigasi risiko kerugian keuangan negara melalui tindakan nyata di segala aspek untuk mencegah hal-hal yang berpotensi menyebabkan kerugian keuangan negara,” ucap Gubernur Meki.
Matan Bupati Paniai ini menyebutkan, ada tiga hal, yakni pertama, pentingnya mitigasi risiko keuangan negara adalah untuk mencegah potensi kerugian keuangan negara yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi dan pembangunan; kedua, menjaga kepercayaan publik dengan mengelola risiko dengan baik, pemerintah dapat menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan negara; ketiga, mendukung pembangunan berkelanjutan memastikan bahwa proyek-proyek pembangunan dapat berjalan lancar tanpa terganggu oleh masalah keuangan.
Untuk itu Gubernur Meki mengajak seluruh peserta sosialisasi untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi dan memberikan kontribusi terbaik dalam upaya mitigasi risiko kerugian keuangan negara di Pemerintah Provinsi Papua Tengah. (Lisa/Fredik)
Baca juga: Kunker ke Intan Jaya, Gubernur Papua Tengah Sampaikan Program Prioritas







Apa komentar anda ?