ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Selasa, April 21, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Tanggapan Kritis Intelektual Papua Pegunungan Terhadap Polemik SKD dan Peran Ormas Relawan

Tanggapan Kritis Intelektual Papua Pegunungan Terhadap Polemik SKD dan Peran Ormas Relawan

Oleh : Nokenlive
2 Juli 2025
Di Papua Pegunungan
0
Tanggapan Kritis Intelektual Papua Pegunungan Terhadap Polemik SKD dan Peran Ormas Relawan

Otniel Sobolim saat mediasi komunikasi dalam ruang tatap muka masyarakat dan Wagub Provinsi Papua Pegunungan saat kunjungan kerja di Yahukimo.

WAMENA, NOKENLIVE.com — Polemik pasca pengumuman hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil di Provinsi Papua Pegunungan terus memantik respons dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Otniel Sobolim, seorang intelektual muda Papua Pegunungan, yang menyampaikan pandangan kritis terhadap dinamika ini, khususnya terkait sikap organisasi masyarakat (ormas) yang mengatasnamakan diri sebagai Forum Pengawal Pemerintahan Rezim JONES.

Sobolim menilai, munculnya reaksi dari ormas tersebut justru dapat memicu instabilitas dalam 100 hari kerja awal pemerintahan Gubernur Jhon Tabo dan Wakil Gubernur Ones Pahabol. Pasalnya, forum ini dianggap terlalu reaktif dalam merespons tuntutan dari para pencari kerja (pencaker) yang merasa dirugikan karena tidak lolos ke tahap Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

“Forum yang berniat mengawal kebijakan pemerintah sebenarnya sah dan patut diapresiasi, namun pendekatan yang digunakan bersifat reaksioner dan berpotensi merusak citra pemerintah di mata publik,” kata Otniel dalam pernyataan tertulis yang diterima redaksi NokenLive, Selasa (2/7).

Menurutnya, era saat ini adalah zaman demokrasi, di mana setiap warga negara berhak menyampaikan pendapat secara terbuka. Oleh karena itu, seharusnya ormas yang mengaku sebagai pengawal pemerintah memosisikan diri sebagai mediator independen, bukan pihak yang memihak secara membabi buta.

“Forum itu mestinya membuka ruang dialog antara pemerintah dan para pencaker, bukan malah menghalangi aspirasi rakyat yang sedang mencari keadilan atas nasib mereka,” tegasnya.

Lebih lanjut, Otniel mengusulkan perlunya intervensi konstruktif dari unsur pimpinan DPR Provinsi Papua Pegunungan, khususnya dari Fraksi Partai Demokrat, yang menjadi bagian penting dalam koalisi pemerintahan saat ini. Langkah ini, menurutnya, penting untuk menjaga kondusivitas politik serta menjembatani tuntutan ribuan pencaker yang mempertanyakan kebijakan belanja pegawai daerah.

“Reaksi cepat DPR sangat dibutuhkan dalam menyikapi protes publik terhadap kebijakan eksekutif. Apalagi, fraksi terkait merupakan bagian dari rezim pemerintahan. Jangan biarkan polemik ini berlarut-larut hingga menimbulkan ketidakpercayaan terhadap pemerintah,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa tuntutan para pencaker bukanlah hal luar biasa yang harus ditanggapi secara represif. Justru, ini adalah fenomena sosial yang wajar dan perlu solusi transparan serta adil dari para pemangku kebijakan.

Dalam penutup pernyataannya, Otniel turut menyoroti sikap Ketua Relawan JONES yang menurutnya tidak netral dalam menyikapi persoalan ini. Ia berharap seluruh elemen relawan dan ormas di Papua Pegunungan lebih bijak dalam mengambil peran, serta tidak memperkeruh suasana yang dapat mengganggu stabilitas pemerintahan daerah.

“Relawan seharusnya menjadi jembatan kepercayaan antara rakyat dan pemerintah, bukan menjadi tembok pemisah,” pungkasnya. ( Rilis/Redaksi).

Bagikan3Tweet2KirimBagikan
Berita Sebelumnya

BTM Tegaskan Perumpamaan Dalam Gerakan Politik Jaga Basis Suara Ala Tanah Tabi

Berita Selanjutnya

Awasi PSU Pilgub Papua, Bawaslu kota Jayapura Lantik 39 Pengawas Kelurahan dan Kampung

Berita Terkait

Longsor Lumpuhkan Jalur Wamena–Tolikara, Warga Tagime Desak Pemerintah Turun Tangan
Kabar Daerah

Longsor Lumpuhkan Jalur Wamena–Tolikara, Warga Tagime Desak Pemerintah Turun Tangan

Ribuan Warga Padati Stadion Wamena, HUT Pekabaran Injil ke-72 Jadi Momentum Persatuan Lembah Baliem
Kabar Daerah

Ribuan Warga Padati Stadion Wamena, HUT Pekabaran Injil ke-72 Jadi Momentum Persatuan Lembah Baliem

Usut Kasus Ulia Huby, DPRK Jayawijaya Datangi RSUD Wamena Dan Tegaskan Nyawa Pasien Prioritas
Kabar Daerah

Usut Kasus Ulia Huby, DPRK Jayawijaya Datangi RSUD Wamena Dan Tegaskan Nyawa Pasien Prioritas

Roti Mama-Mama Pass Valley Jadi Primadona Musda Golkar, Tamu Pulang Bawa Berkat
Kabar Daerah

Roti Mama-Mama Pass Valley Jadi Primadona Musda Golkar, Tamu Pulang Bawa Berkat

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

error: Nokenlive!!
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua