Nabire, Nokenlive.Com – Usai dilantik, Bupati Yuni Wonda mengatakan belum bisa langsung kembali ke puncak jaya lantaran dirinya akan mengikuti retret kepala daerah tahap kedua (II) di jatinangor yang mana pembukaan kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 22 juni 2025.
Sekembalinya ia menegaskan bersama Wakil Bupati Mus Kogoya akan langsung kembali ke daerah tugasnya, kabupaten Puncak Jaya dan akan mengundang semua stakeholder di lingkup pemerintah kabupaten puncak jaya.
“Pemikiran kami usai dilantik saya bersama wakil langsung balik ke puncak jaya, mengundang semua stakholder dan melakukan pembenahan semua persoalan yang terjadi. Namun karena tanggal 19 Juni merupakan batas akhir pendaftaran retret, bupati, walikota, gubernur untuk ikut retret gelombang tahap kedua.
Jadi kami harus ke Jatinangor. Setelah penutupan baru kami akan kembali ke Puncak Jaya,” imbuhnya. Selasa, (17/6/2025).
Sementara untuk proses perdamaian pasca konflik, Bupati Yuni Wonda menjelaskan ada tahapan adat yang harus di lalui. Khususnya untuk orang Lani atau budaya orang Lani terdapat 3 tahapan. Yang pertama adalah belah kayu doli, yang mana beberapa waktu lalu telah dilakukan.
“Belah kayu doli sudah dilakukan. saat itu ada pak gubernur, kapolda, dan seluruh forkopimda provinsi sudah hadir. Itu tahappertama yang sudah kita lakukan”. Ucapnya.
Prosesi tahap kedua yaitu prosesi lepas tali busur panah. Untuk tahapan lepas tali busur panah, Yuni mengungkapkan akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
“Tahap kedua ini akan dilakukan besok atau rabu. Setelah itu, ada permohonan maaf atau penyelesaian antara kedua pihak atau yang biasa dikenal dengan prosesi bayar kepala”. Jelasnya.
Yuni Wonda berharap tiga (3) tahapan prosesi adat itu bisa dilakukan dengan baik agar masyarakat bisa kembali beraktifitas seperti biasa.
(Lisa)







Apa komentar anda ?