Nabire,Nokenlive.Com – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1446 H, Polres Nabire melakukan pembagian sembako di sekolah asrama Gilgal Nabire.
Kepada wartawan Wakapolres Nabire Kompol Sofian Cornelis, A. Samakori mengatakan kegiatan Bhakti Sosial (Baksos) Polri Presisi secara serentak dilakukan di seluruh indonesia.
Kompol Sofian Samakori mengatakan untuk bulan ini, Target sasaran pembagian Baksos Polri Presisi menyasar mahasiswa, pelajar, Aliansi, Bem, dan OKP. Sementara Untuk jumlahnya kurang lebih ada 200 bansos yang disalurkan. Sementara itu, untuk masing-masing tempat berbeda beda jumlahnya, disesuaikan dengan jumlah anak-anak yang berada di penampungan asrama tersebut.
“Tidak ada indikasi dan tujuan lain. Tujuan dari pembagian baksos adalah polri/polres dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan polri berbagi kasih bersama mahasiswa, dan pelajar”. Ucapnya.
adapun 8 titik sasaran sekolah asrama yang menjadi target pemberian sembako, yaitu ;
“Sebelumnya kami tadi ke Sekolah Tinggi Ilmu Menagemen (STIM) yang berada di sanoba, Asrama Gilgal di kelurahan kalibobo, asrama anugrah, asrama puncak jaya, asrama puncak dan yang terakhir kami akan ke asrama Adhi Luhur”. Ucapnya.
Lebih lanjut ia menerangkan bahwa inti dari kegiatan tersebut adalah Polri berbagi kasih, dengan harapan ada manfaat yang dirasakan di tengah masyarakat Dengan landasan kasih dari setiap warga negara yang ada di kabupaten Nabire dirasakan nabure aman, baik dan tentram.
“Ini bukti nyata polri hadir di tengah masyarakat untuk berbagi kasih, tidak ada indikasi lain. Tetapi kami menggunakan kasih untuk berbagi kasih kepada setiap warga khusus untuk pelajar dan mahasiswa.
Sementara itu, ketua asrama Gilgal Pesat, Jaya Teguh Sutriarno mengungkapkan rasa syukur dan terimakasih atas bantuan bansos yang diberikan dari polres nabire. Tentunya ini menjadi berkat makan minum diasrama untuk beberapa waktu kedepan.
Pada kesempatan itu, Jaya Teguh menerangkan bahwa saat ini jumlah penghuni asrama yang di bina saat ini, mulai dari SD, SMP hingga SMA ada 48 orang. Ditambah jumlah staf mentor pengasuh ada 6 orang, dan untuk tenaga guru yang mengajar dibawah persekolahan pesat ada sebanyak 8 orang.
Untuk itu, ia mengatakan sebagai kepala asrama, tentunya yang diinginkan adalah rasa aman. Dengan berbagai pribadi yang berbeda dari tiap anak yang dibina, sebagai pengasuh yang mendampingi mereka 24jam, mulai bangun, sekolah dan tidur lagi. Tentunya yang diinginkan adalah rasa aman.
Selain itu, ia berharap dari pihak polisi dapat memberikan himbauan-himbauan kepada anak-anak tentang kriminalisasi serta bahaya apa saja yang harus dihindari. Supaya anak-anak bisa paham sejak dini. Sehingga ada hal-hal baik yang didapatkan.
(Lisa)







Apa komentar anda ?