NABIRE, Nokelive.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah menempatkan penguatan tenaga MAPEGA guru daerah 3T sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan dan mendorong peningkatan kualitas pembangunan manusia.
Penguatan Kapasitas Tenaga Guru MAPEGA 3T Tahun 2026 Kabupaten Nabire berlangsung 17–19 September 2026, sebelum dilanjutkan pada enam kabupaten lainnya di Papua Tengah.
Kabid Data dan Fasilitasi Pendidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah Yulianus Kuayo, di Nabire, Jumat (18/9), mengatakan keberadaan tenaga MAPEGA dibutuhkan untuk mengisi kekurangan dan kekosongan guru yang masih terjadi di sekolah-sekolah daerah 3T.
“Kekurangan karena memang tidak ada guru, sedangkan kekosongan karena guru absen atau tidak aktif mengajar. Banyak faktor yang memengaruhi, mulai situasi keamanan, akses transportasi hingga guru pindah ke kota,” kata Yulianus.
Menurutnya, persoalan pendidikan turut berkaitan dengan capaian indikator pembangunan manusia seperti Angka Partisipasi Kasar, Angka Partisipasi Murni, Rata-Rata Lama Sekolah dan Harapan Lama Sekolah yang menjadi bagian penting dalam peningkatan IPM Papua Tengah.
Data yang disampaikan Yulianus menunjukkan IPM Papua Tengah pada 2025 mengalami kenaikan dari 60,25 menjadi 60,64.
Pemerintah daerah terus mendorong peningkatan indikator pendidikan melalui pemerataan akses belajar dan penguatan tenaga pendidik di wilayah 3T.
“Dengan kehadiran tenaga MAPEGA guru daerah 3T, kita berharap kekurangan dan kekosongan guru dapat terjawab sehingga hak anak mendapatkan pembelajaran bisa terlayani,” ujarnya.
Selain memperkuat kapasitas, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengawasan keaktifan guru melalui laporan aktivitas belajar mengajar selama Juli–Agustus 2026 serta validasi data untuk memastikan tidak terdapat guru yang tercatat mengabdi di lebih dari satu sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah Nurhaidah mengatakan guru memiliki panggilan besar untuk melayani anak-anak Papua, sehingga pengabdian di daerah 3T membutuhkan kasih dan komitmen.
“Tidak semua orang mau dan bisa menjadi guru. Kita semua di sini OAP dan memiliki kesempatan untuk melayani. Kita punya anak-anak, kalau bukan sekarang siapa lagi, kalau bukan kita siapa lagi,” katanya.
(Vanny Janggo)





Apa komentar anda ?