ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Sabtu, September 5, 2026
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Pekerjaan SPAM di Intake Siborgonyi Terhenti Sementara, Berikut Alasannya

Pekerjaan SPAM di Intake Siborgonyi Terhenti Sementara, Berikut Alasannya

Oleh : Noken Live
28 Januari 2025
Di Kabar Port Numbay
0
Pekerjaan SPAM di Intake Siborgonyi Terhenti Sementara, Berikut Alasannya

Suasana pekerjaan spam. Foto Humas PDAM Jayapura.

Jayapura, Nokenlive.Com – Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di intake Siborgonyi terancam batal, dikarenakan adanya tuntutan pemilik hak ulayat yang wilayahnya dilalui jaringan pipa distribusi dan lokasi pembangunan intake.

Direktur Utama PT. Air Minum Jayapura Dr. Entis Sutisna, SE, MM membenarkan hal tersebut, bahwa pekerjaan yang ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua mengalami kendala pemalangan di area yang dilalui jalur pipa distribusi dan lokasi sumber air. Proyek pekerjaan tahun anggaran 2024/2025 ini terancam batal jika tidak ada titik temu antara masyarakat adat dengan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua.

“Pembangunan SPAM Siborgonyi membutuhkan dana yang cukup besar, sementara PT. Air Minum Jayapura tidak memiliki dana internal yang cukup. Pada anggaran tahun 2024, Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua telah merealisasikan pembangunan intake dan jaringan pipa transmisi, namun kegembiraan tukang ledeng saat ini tertunda karena dalam pelaksanaan pembangunan jaringan tersebut yang dilaksanakan pada semester kedua di tahun 2024 oleh kontraktor Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua, saat ini terjadi kendala di mana telah dilakukan penghentian aktivitas pekerjaan sebagai dampak tuntutan masyarakat pemilik hak ulayat,” kata Direktur Utama PT. Air Minum Jayapura Dr. Entis Sutisna, SE, MM memberikan konfirmasi perkembangan proyek pembangunan SPAM Siborgonyi, Selasa (28/1).

Pemalangan oleh masyarakat adat melibatkan 5 suku yang menuntut ganti rugi penggunaan lahan, di antaranya suku Hababuk, Ireuw, Afaar, Hamadi dan Dawir. Akibat pemalangan ini, pekerjaan kontraktor Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua terhenti selama beberapa minggu. Hingga saat ini, pekerjaan belum bisa dilanjutkan dikarenakan belum bisa memenuhi tuntutan pemegang hak ulayat dengan nominal yang belum terpenuhi. Direktur Utama PT. Air Minum Jayapura sebagai inisiator proyek pekerjaan, yang dibiayai sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi Papua berharap ada titik temu antara masyarakat adat dengan Pemerintah Provinsi Papua, agar bisa menemukan solusi terbaik dan segera melayani kebutuhan air bersih bagi masyarakat di Kota Jayapura.

Sebelumnya, PT. Air Minum Jayapura juga telah melakukan konsultasi dengan Penjabat Walikota Jayapura, dan saat itu yang pertama melakukan tuntutan adalah suku Hababuk. Kami telah melakukan rapat pada 23 dan 24 Desember 2024, namun dalam perkembangannya ada 4 suku lain yang menuntut dan klaim kepemilikan jalur pipa dan lokasi sumber air. “Kami berharap para ondoafi dan tokoh adat dapat mendukung pembangunan SPAM demi kelancaran pelayanan di masyarakat. Kami selaku perencana dan pemohon terhadap proyek intake Siborgonyi juga khawatir atas pemalangan tersebut, jangan sampai berdampak pada pembatalan dan pengalihan pekerjaan fisik oleh Dinas Pekerjaan Umum ke daerah lain,” katanya.

Jika intake Siborgonyi yang berkapasitas 100 liter per detik ini tidak mampu direalisasikan, lanjut Direktur Utama, maka PT. Air Minum Jayapura untuk 5 tahun ke depan akan sulit mengoptimalkan pelayanan, karena dari 23 intake dan 12 aliran sungai dengan kapasitas 925 liter per detik akan mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air masyarakat di Kota Jayapura.

Andika Paman / NL

BagikanTweetKirimBagikan
Berita Sebelumnya

Peringatan Isra Miraj di Masjid Raya Baiturrahim Jayapura Berjalan Penuh Hikmah

Berita Selanjutnya

Maraknya Kasus Kekerasan Terhadap Anak, Polda Papua Imbau Orang Tua Awasi Buah Hatinya

Berita Terkait

32 Siswa dan 2 Guru SMAN 2 Jayapura Terdampak Musibah Kebakaran di Kelurahan Mandala
Kabar Port Numbay

32 Siswa dan 2 Guru SMAN 2 Jayapura Terdampak Musibah Kebakaran di Kelurahan Mandala

48 Siswa SMPN 1 Jayapura Terdampak Kebakaran di Kelurahan Mandala
Kabar Port Numbay

48 Siswa SMPN 1 Jayapura Terdampak Kebakaran di Kelurahan Mandala

Kembalikan Kejayaan Tunas Muda Hamadi, Pengurus Perlu Dievaluasi
Kabar Port Numbay

Kembalikan Kejayaan Tunas Muda Hamadi, Pengurus Perlu Dievaluasi

Kampung Tobati Gandeng Kejaksaan, Polisi dan KPK Cegah Korupsi
Kabar Port Numbay

Kampung Tobati Gandeng Kejaksaan, Polisi dan KPK Cegah Korupsi

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua