JAYAPURA, Nokenlive.Com – Dijumpai wartawan usai bertemu pendemo di Kantor Walikota Jayapura, pada Kamis (27/6/24).
Sekda Kota Jayapura Frans Pekey mengatakan terkait aksi yang dilakukan para tenaga honorer dengan melakukan pemalangan di sejumlah titik termasuk pada kantor walikota Jayapura, buntut dari pengumuman hasil kelulusan bagi pegawai honorer beberapa hari lalu yang di nilai tidak sesuai, sehingga pemerintah kota harus menunda pelaksanaan test CAT ASN yang rencana dilakukan pada 3 dan 4 Juli 2024.

Hal tersebut dikatakan Sekda Kota Jayapura kepada awak media ketika di wawancara.
Sambungnya setelah menunda pelaksanaan test CAT ASN bagi honorer, pihaknya akan melakukan validasi dan verifikasi kembali terhadap data yang lengkap dan benar ke setiap opd, kelurahan, distrik juga puskesmas terkait pegawainya sesuai dengan masa kerjanya, termasuk bagi tenaga honorer yang orang asli port numbay.“ Katanya.
Lanjutnya seluruh data jumlah tenaga honorer yang jumlah seribu dua ratus akan di validasi dan verifikasi ulang badan kepegawaian dan pelatihan dan pendidikan kota Jayapura hingga tuntas, termasuk bagi tenaga honorer yang orang port numbay yang tersebar pada setiap OPD dan kelurahan serta puskesmas di kota Jayapura.
“Kami akan perjuangkan bagi tenaga honorer yang belum masuk data base ke Kemenpan RB supaya dapat diakomodir bersama yang lainnya.“ Ucapnya Sekda Kota Jayapura.
Tambahnya masalah tenaga honorer ini akan di selesaikan paling lambat sampai Desember 2024 dan ini merupakan ketentuan dan jadwal dari pemerintah pusat melalui kementerian pendayaguna aparatur negara reformasi birokrasi Republik Indonesia.“ Jelasnya.
Kemudian kata mantan penjabat walikota ini, proses validasi dan verifikasi terhadap data tenaga honorer di pemkot Jayapura akan memdapat pengawalan langsung pihak kepegawaian dan inspektorat kota Jayapura, dengan membentuk tim khusus sehingga dapat mengawal proses tersebut sampai tuntas.“ Tegasnya Frans Pekey kepada media massa, pada Kamis (27/6/24).
“Penting dilakukan validasi dan verifikasi ulang supaya hindari terjadinya pegawai siluman yang bukan honorer dan langsung masuk pada hal tidak pernah kerja di instansi atau OPD tersebut.“ Ujarnya.
Hal lain kata sekda kota Jayapura, usia juga sangat sangat berpengaruh sesuai aturan kemenpan rb batas usia yang 35 ke bawah akan diangkat sebagai CPNS sementara yang diatas 35 tahun di angkat sebagai P3K, “ Tuturnya.
Ditempat yang berbeda pihak dewan perwakilan rakyat kota Jayapura melalui Waket I Jhony Betaubun mengatakan pihak dewan mendukung putusan pemerintah daerah kota untuk menunda pelaksanaan test CAT ASN bagi tenaga honorer dan melakukan validasi dan verifikasi ulang data oleh BKPP Kota Jayapura dan berkordinasi ke Menpan RB RI, sebelum diumumkan kembali nantinya.
Penulis: Andika Paman
Editor: Linda





Apa komentar anda ?