JAYAPURA, Nokenlive.Com – Sebanyak 7 kepala kampung beserta bamuskamnya dari Kabupaten Sarmi melakukan study banding di Kampung Holtekamp Kota Jayapura.
Pembukaan kegiatan study banding ditandai dengan penyamatan tanda peserta oleh kepala dinas pemberdayaan masyarakat kampung kota Jayapura didampingi kepala kampung holtekamp, Ketua Bamuskam dan TAPMD Ibu Lidia Astrid Meset mewakili Kepala DPMK Kabupaten Sarmi berlangsung di gedung serba guna milik kantor kampung holtekamp kota Jayapura, pada Kamis (27/6/24).

Perwakilan dari pemda kabupaten sarmi, Lidia Astrid Meset kepada wartawan nokenlive mengatakan alasan kami memilih kampung holtekam sebagai lokasi study banding kali ini, karena kampung holtekamp masuk kategori kampung maju di Kota Jayapura, sehingga menginspirasi kami dari 7 kampung bersama para kepala kampung dan bamuskam dan bumkam untuk berkunjung ke kampung holtekamp di kota Jayapura.
Lanjut Astrid Meset, motivasi kami yaitu hendak belajar tentang pengelolaan unit usaha dan pelaporan keuangan badan usaha milik kampung yang ada di holtekamp terutama mengenai pengelolaan keuangannya serta pencatatan buku kasnya dan sebagainya.“ Jelasnya Astrid Meset ketika dijumpai wartawan usai kegiatan di holtekamp.

Tambahnya jumlah peserta yang melakukan study banding di kampung holtekamp sebanyak 7 kepala kampung dan para bamuskam juga bumkamnya dari kampung takar, kampung betaf, kampung ansudu dan kampung nengke. Dan semua kampung berasal dari tiga distrik berbeda yaitu distrik pantai timur barat, distrik pantai timur dan distrik sarmi selatan.“ Tuturnya.
Ditempat yang sama Kepala Kampung Holtekamp Abraham Meraudje memberi apresiasi dan ucapan terima kasih atas terpilihnya kampung holtekamp sebagai lokasi study banding oleh pemda kabupaten sarmi terutama dari 7 kampung yang ada, dan akan berlangsung selama tiga hari ke depan.

Lanjutnya Kepala Kampung, study banding ini sebagai wahana atau wadah saling berbagi ilmu pengetahuan tentang tata kelola unit usaha dan pengelolaan keuangan badan usaha milik kampung di holtekamp dan berbagi kepada peserta study banding dan kegiatan ini sangat baik dan menambah wawasan dan pengalaman baik kepada bumkam hentecahi holtekam tapi juga bagi peserta study banding dari 7 kampung di kabupaten sarmi, “ Ungkapnya.
“Adapun usaha yang dihasilkan di badan usaha milik kampung holtekam yakni usaha tenun, kuliner abon ikan, dan karya asesoris yang berasal dari kampung holtekamp kota Jayapura.“ Jelasnya.

Sementara itu Kepala DMPK Kota Jayapura Makzi Lazarus Atanay mengatakan studuy banding ini merupakan momentum yang baik untuk berbagi informasi dan pengetahuan antar sesama bumkam, para kepala kampung juga Bamuskam bisa berbagi pengalaman tentang usaha di kampung dan tata kelola keuangan badan usaha milik kampung, termasuk juga penyelengaraan pemerintahan secara umum pada masing- masing kampung.
“Sebenarnya melalui study banding ini, kita kota Jayapura terutama kampung holtekam merupakan momentum melakukan evaluasi terhadap apa saja yang sudah kita kerjakan selama ini secara khusus mengenai unit usaha dan pengelolaan badan usaha milik kampung, agar lebih dikembangkan lagi yang nantinya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat kampung itu sendiri dan bisa berkontribusi kepada pendapatan kampungnya, “ Ucapnya M.L. Atanay Ka DPMK Kota Jayapura.

Kemudian lanjut Atanay, kampung di kota jayapura harus melangkah sedikit lebih maju karena unsur pendukung cukup tersedia, sehingga perlu didorong lewat usahanya dan pengelolaan keuangan badan usaha milik kampung supaya lebih maju dan bisa mandiri di masa mendatang, dari sisi pendapatan kampungnya.“ Harapnya.
Adapun kegiatan study banding tentang pengelolaan unit usaha dan pengelolaan keuangan badan usaha milik kampung dari 7 kampung di kabupaten sarmi di kampung holtekamp akan berlangsung sejak tanggal 27-29 Juni 2024 di Kampung Holtekamp kota Jayapura.
Penulis: Andika Paman
Editor: Linda





Apa komentar anda ?