Biak, Nokenlive.com,- Tim Dinkes provinsi Papua bersama Unicef akan melakukan verifikasi data stop BABS di 8 kampung sebagai sampel dari 257 kampung di 2 Distrik yaitu Distrik Biak Utara dan Distrik Biak Barat, baru – baru ini
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor, Daud Duwiri mengatakan deklarasi kabupaten Biak Numfor tahun 2023 telah mencapai 100% bebas dari BABS. Lebih lanjut dijelaskan bahwa Program stop buang air besar sembarang (BABS) merupakan standar pelayanan iman, setiap daerah yang harus terpenuhi dan ini sangat penting, karena dampaknya sangat luas sekali.
“hari ini Tim dari Dinkes provinsi Papua, bersama Unicef akan lakukan adalah ferivikasi data Stop BABS. apa benar data-data yang sudah diserahkan dari kabupaten Biak Numfor, dalam hal ini dari kampung-kampung
Apakah benar masyarakat sudah melakukan buang air besar pada tempat nya atau jamban. Walaupun secara umum kita belum punya jamban.
Verifiasi data bisa dilakukan dengan melihat langsung perubahan perilaku. Ini yg nanti akan di tim provinsi Papua lakukan”. Ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinkes provinsi Papua Aaron Rumainum, mengatakan secara teknis Dinkes provinsi Papua mendampingi melalui bidang instansi terkait. Bekerjasama dan di fasilitasi oleh Unicef.
Rumainum mengaku kabupaten biak telah mencapai program stop BABS lebih cepat dari target yang ditentukan. Sebelumnya ditargetkan kabupaten Biak Numfor Stop BABS pada tahun 2025 akan tercapai.
Dengan pencapaian ini, jika hasil verifi kasinya kabupaten Biak Numfor lolos maka kabupaten Biak Numfor merupakan kabupaten pertama di Papua yang kampungnya bebas dari buang air besar sembarang (BABS).
“Pencapaian kabupaten biak ini, hampir 500 Kabupaten/kota di Indonesia. Kabupaten biak Numfor menuju 1 diantara 200 lebih kabupaten yang 100% kampungnya tidak buang air besar sembarangan (BABS) dan di tanah Papua, 6 provinsi ini. 2 Provinsi Papua induk dan 4 provinsi DOB baru biak satu-satunya. Kalau lolos ferivikasi, maka biak yang pertama.
Lanjutnya kedepan jika tingkat kesadaran masyarakat untuk tidak buang air di sembarang tempat dan setiap kampung terferivikasi dengan baik maka kabupaten biak Numfor bisa menuju pada Eliminasi malaria atau eliminasi pylariasi dan terakhit akan menuju suksesnya program stunting.
Aminudin Muhammad Ramlan Kepala kantor Unicef Provinsi Papua, Papua Barat mengatakan untuk kegiatan ini, Unicef berperan dalam mendukung program pemerintah provinsi Papua dalam hal ini pemerintah kabupaten Biak Numfor. Dirinya juga beri apresiasi kepada pemerintah daerah yang dalam kurun waktu 1 tahun sudah melakukan deklarasi biak 100% BABS.
“kami sangat beri apresiasi sekali terutama kepada kepemimpinan Bupati Biak Numfor Herry Aryo Naap. Komitmen pemerintah kabupaten Biak Numfor sangat luar biasa. Karena ketika kami buka data, setelah penandatanganan komitmen ketika dilakukan kegiatan advokasi horizontal warning dimana ada sekitar 6 kepala daerah yang hadir, Bupati Biak Numfor berkomitmen untuk segera mengakselerasi kabupaten Biak Numfor sebagai kabupaten yang bebas buang air besar sembarangan (BABS)”.
Unicef mendorong agar komitmen seperti ini juga dapat menjadi contoh bagi kabupaten lain seperti kabupaten Biak Numfor yang bebas BABS. Tidak hanya itu, Unicef berharap dengan mendorong perilaku hidup yang baik, tidak buang air besar sembarang, dapat mendorong angka kesehatan masyarakat menjadi lebih baik,” Ucapnya
Mewakili Bupati Biak Numfor, Samuel Rumaikew mengucapkan selamat datang kepada Unicef dan Dinkes provinsi Papua. Diharapkan masyarakat dapat mendukung program pemerintah daerah.
Dengan memanfaatkan fasilitas pendukung seperti MCK yang telah di bangun oleh Dinas Kesehatan, Desa dan Dinas PU. Gunakan dengan baik, dengan tetap berperilaku sehat memanfaatkan fasilitas pendukung yang ada diharapkan masyarakat dapat hidup lebih baik dan tentunya sehat.
(Lisa)





Apa komentar anda ?