Jayapura,Nokenlive – Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja Indonesia wilayah tanah Papua (PGIW-TP), Hiskia Rollo melantik pengurus PGIW-TP di Gereja Pniel Kotaraja.
“Bersyukur kepada Tuhan karena ditengah kesibukan kami dapat melakukan upacara pelantikan pengurus dari pada PGIW-TP,” kata pendeta Hiskia kepada awak media, Minggu (12/3)
“Ada persekutuan kaum bapak (PKB), ada persekutuan kaum wanita (PW), persekutuan pemuda dan juga persekutuan anak dan remaja,”ujarnya.
Hiskia mengatakan, persekutuan gereja-gereja wilayah tanah Papua hanya satu saja yakni di pusat, sehingga ada pemekaran-pemekaran yang terjadi di tanah Papua, kini sudah ada enam provinsi di wilayah paling timur ini.
“Alat-alat kelengkapan persekutuan gereja-gereja ini yang kami lakukan pelantikannya. Kami harapkan supaya pekerjaan yang dilakukan pada pengurus dan pimpinan PGIW-TP kiranya menjadi tanda berkat,”katanya.
Tapi juga, lanjut dia, menjadi sukacita dan tanda damai sejahera. Tapi juga salah satu bagian penting pembangunan bangsa dan negara di tanah Papua.
Oleh karena itu, menurut dia, mari bersama dengan gereja yang ada pada aras-aras nasional lainnya seperti lingkungan PGI tanah Papua, PGLI, PGPI, Keuskupan dan Adven.
“Kami tetap menjadikan Papua sebagai tanah damai dalam seluruh proses pembangunan bangsa dan negara diatas tanah Papua. Sehingga kita satukan hati dengan pemerintah, masyarakat adat, kita membangun tanah Papua sebagai rumah bersama kita,”ujarnya.
Pantuan, pelantikan berlangsung disela-sela ibadah minggu pagi di Gereja Pniel Kotaraja yakni pukul 09.00 WIT. Pelantikan ditandai dengan penandatanganan.
Komisi yang dilantik yaitu komisi pria kaum bapa yakni Benhur Tomi Mano selaku ketua, wakil ketua Piet Hein Taradju, dan anggota Nelson Kapitarauw, Johan Nussy, Thimon Kosay.
Selanjutnya, Pola Bintara Sitorus, Ruston Hutajulu, Stephen Rorimpandey, Frans Tanete, Royke Uneputty, dan Hans Himber.
Kemudian komisi kaum perempuan yaitu Rosalina Leleuly de Fretes selaku ketua, wakil ketua Hartati Iwanggin, Justinje J. Mirino selaku skretaris, angota Roma Hutagalung, dan siswati.(REDAKSI/ANDIKA PAMAN)





Apa komentar anda ?