Jayapura, Nokenlive.Com
Kepala Bidang Pembinaan SMK, Dinas Pendidikan Perpustakaan dan Arsip Daerah Papua, Yulianus Kuayo mengatakan, dampak dari kebijakan pemerintah daerah melalui dinas pendidikan provinsi Papua melakukan revitalisasi terhadap sekolah SMK di Papua, ternyata memberikan kontribusi besar dalam pelaksanaan penerimaan peserta didik baru atau PPDB disetiap sekolah SMK di Papua tahun ajaran baru 2022.

“Saat ini lewat revitalisasi SMK berdampak terhadap meningkatnya jumlah siswa baru dari jenjang SMP untuk masuk ke SMK. Untuk tahun ajaran baru 2022 sebanyak 11.324 siswa baru, dengan jumlah sekolah SMK di Papua sebanyak 112 SMK, ini yang telah diterima oleh dinas pendidikan provinsi Papua khususnya bidang SMK, dari jumlah total SMK sebanyak 143 sekolah,’ ujar Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas P2AD Papua, Yulianus Kuayo saat dijumpai wartawan diruang kerjanya, Jumat sore, (5/8/22).
Lebih lanjut kata Kuayo, dengan revitalisasi SMK di Papua, sangat membantu pihak sekolah SMK dalam melakukan pemerataan jumlah siswa dan tenaga pendidik serta sarana prasarana sekolah ditiap daerah, misalnya; Mappi, Sarmi, Nabire, Mimika, Merauke. “Ini adalah jumlah kabupaten yang memiliki sekolah SMK banyak, tetapi jumlah sekolah SMP yang ada didaerah tersebut terbatas khususnya jumlah lulusan yang melanjutkan ke jenjang SMK,” jelasnya.
Ditambahkan Yulianus Kuayo, kedepan harus dilakukan kajian mendalam terhadap penataan dan pemerataan sekolah SMK ditiap daerah dengan melihat jumlah sekolah SMP dan SD yang ada di daerah, agar ketika direncanakan lalu dibangun dapat berfungsi dan tidak mubasir karena beberapa sekolah SMK di daerah Papua punya sekolah besar dengan ruangan memadai tetapi minim siswanya, sehingga hal ini perlu menjadi perhatian dan harus di sesuaikan dengan karakteristik wilayah dimana SMK itu berada, supaya relevan dengan jurusan yang akan disiapkan.
Sementara itu, Ana Rebeca Rumbiak Kepala Sekolah SMK N 1 Pariwisata mengakui, dengan revitalisasi SMK dilakukan pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan Perpustakaan dan Arsip Daerah Papua, ternyata punya dampak besar terhadap sekolah SMK di Papua, dan khusus kami di SMK 1 N Pariwisata Jayapura.
“Kami merasakan dampak luar biasa terutama saat penerimaan siswa baru di tahun ajaran baru 2022 ini, misalnya, icon dari SMK N 1 Pariwisata Jayapura, adalah jurusan perhotelan dan perjalanan wisata, tata boga dan tata busana, tetap justru jurusan rekayasa perangkat lunak atau RPL yang lebih diminati masyarakat khususnya para siswa baru dari tingkat SMP,” jelas Rebeca.
Dengan melalui revitalisasi, lanjut Ana Rebeca Rumbiak, kini jumlah peminat masuk ke jurusan perjalanan wisata dan perhotelan juga tata busana mengalami peningkatan yang signifikan dari sisi jumlah siswa yang mendaftar dalam PPDB tahun ini, sehingga pihak sekolah membuka ruang belajar dari sebelumnya satu kelas, kini sudah bisa dua dan tiga kelas bahkan sebagian dikembalikan berkasnya dari sekolah karena keterbatasan ruangan belajar siswa.
Melalui revitalisasi, kata Ana Rebeca Rumbiak, pihaknya dapat melakukan pemerataan jumlah peserta didik pada jurusan yang menjadi idola masyarakat dengan jalan membatasi jumlah siswanya dan hanya membuka satu ruang kelas ditiap SMK misal jurusan RPL atau rekayasa perangkat lunak yang selama beberapa tahun terakhir jadi andalan siswa baru di Papua.
Diketahui bahwa jumlah peserta didik baru yang masuk kejenjang SMK sesuai data dinas pendidikan provinsi Papua, yaitu sebanyak 11.324 siswa dengan jumlah sekolah SMK yang telah melaporkan datanya sebanyak 112 sekolah SMK dari jumlah total sekolah SMK di Papua sebanyak 143 sekolah jenjang SMK di kabupaten/kota se Papua.(ANDIKA PAMAN)





Apa komentar anda ?