Biak-Nokenlive.com
“Jalan saja dulu, nanti ditengah jalan pasti ketemu jalan lain. Tuhan akan memberikan jalan yang terbaik”.
Kesetaraan gender kaum hawa Indonesia bukan lagi dipandang sebelah mata. Meskipun bukan rahasia lagi, dimana faktanya kaum Adamlah lebih dominan menduduki berbagai jabatan diberbagai bidang organisasi baik pemerintahan maupun swasta dan tentunya menduduki jabatan strategis di partai Politik.
Namun, emansipasi kartini-kartini Indonesia saat ini tidak sedikit-pulah perempuan Indonesia menduduki berbagai jabatan strategis diberbagai organisasi. Dari sekian banyak kartini Indonesia yang kini sukses diberbagai bidang organisasi untuk menjadi ispirasi bagi perempuan-perempuan Indonesia lainnya, ia adalah dr. Rosaline Irene Rumaseuw, M.Kes.
Siapa tidak kenal dr. Rosaline Irene Rumaseuw?. Perempuan asal pulau paling timur, Indonesia, yang telah malang-melintang baik di organisasi politik, kesehatan, organisasi sosial maupun budaya daerah.
Dengan kegigihanya, ia berhasil memperkenalkan adat tanah kelahiranya, Papua, diajang berbagai event. Oleh karena itu, segudang prestasi telah diraih baik ditingkat daerah, nasional maupun internasional.
Meskipun berlatar belakang ilmu yang tersemat padanya dibidang kesehatan, akan tetapi sejak kecil dr. Rosaline Irene hobi melukis serta men- design sesuatu yang diinginkanya menjadi suatu karya nyata “dari tidak ada menjadi ada”.
Sukses terjun dunia fashion Internasional
Salah satu membangakan, dr. Rosaline Rumaseuw berhasil memperkenalkan budaya Biak melalui fashion elegan diajang internasional yaitu, pagelaran bergengsi New York Indonesia Fashion Week (NYIFW) Amerika Serikat, 11 Februari 2022 lalu, dengan menampilkan busana motif Biak dengan nuansa emas, motif patung Karwar dan piring resa-resa.
“Saya disitu mengangkat motif Papua, patung Karwar dan piring Resa-Resa dengan design nuansa emas. Mempromosikan satu kekayaan daerah lewat seni lebih elegant sehingga saya mau sampaikan bahwa Papua itu tidak kalah dengan Bali,” ucap dr. Dokter Rosaline Irene Rumaseuw, M.Kes saat diwawancarai disalah satu cafe di Biak, Sabtu, (30/07/2022).
“Ya, jadi sejak kecil saya sudah menyukai dunia model. Menggambar dan merancang busana,” ujar alumni SMAN 54 Jakarta itu.
“Jadi merancang busana berawal mulai dari dalam keluarga untuk dipakai sendiri. Karena hobi, akhirnya lanjut hingga sekarang tidak pernah hilang. Dan lebih penting mempromosikan satu daerah lebih elegan melalui seni,” jelas lulusan S2 Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (UGM), Daerah Istimewa Yogyakarta.
Perempuan yang juga aktif di dunia politik itu berbendapat agar hal ini bisa menjadi contoh kepada orang-orang hebat lainnya yang ada di tanah Papua. Karena ada banyak orang yang lebih hebat dari saya. “Ini hanya masalah kesempatan saja,” singkat wanita kelahiran 23 Januari 1971 silam itu.
Terjun ke dunia fasion bisa dibilang menarik baginya. Dunia fashion adalah bagian dari hobi dan cita-citanya bagaimana memperkenalkan Papua, terlebih khusus wilayah adat Saireri.
Dr. Rosaline Rumaseuw mengatakan, ketertarikannya di dunia modelling sejak dari kecil duduk dibangku SD, bahkan sampai kuliah, hingga sekarang. Walaupun sebagai politisi, seorang dokter, tetap melakukan kebiasaan hobi seninya. “Kenapa? Dokter bisa apa saja, seorang dokter bisa jadi desainer, namun desainer tidak bisa jadi dokter,” cetus wanita yang menamatkan pendidikan SD dan SMP di kota karang panas, Biak.
Lewat karya busana wilayah adat Saireri, Biak Numfor diperagakan oleh model yang ia tapilkan di negeri Paman Sam, Amarika Serikat yang begitu indah memukau penenton, oleh karena itu, Ia (Irene) sukses mengangkat fashion budaya asli Papua dengan ciri khas kain bercorak emas.
Keluarga turut men-suport dan membantu.
Lulusan sarjana kedokteran Univeristas Diponegoro itu mengungkapkan, disetiap event, ia tak pernah ketinggalan membuat dan merancang baju untuk digunakan. Begitu juga saat merancang, ia mendapatkan dukungan penuh dalam keluarga, yaitu, suami, dan anak-anak.
Untuk menciptakan satu karya dr. Rosaline menyalurkan semua isi yang ada dalam pikirnya. Sang anak yang akan melukis dan menggambar serta membuat lagunya, sedangkan suami tercintanya yang melengkapi arti filosofis dari desain itu sendiri.
Bagun Papua, bangun Biak, harus ada orang “gila”, kalau tidak, hal ini mustahil.
“Idenya saya, anak perempuan saya menggambar, anak yang laki-laki siapkan lagunya, dan suami saya yang lengkapi arti filosofinya. Kenapa harus motif Biak? Karena saya orang Biak. Kalau saya tampilkan budaya lain, saya tidak paham. Takut salah. Papua ini sensitive. Kalau kita mengangkat sesuatu yang tidak kita ketahui filosofinya dan menampilkan sesuatu kita harus tahu histori dan ceritanya dibalik simbol dan motif dari baju yang digunakan. Jadi karena saya orang Biak, saya tampilkan motif Biak,” jelasnya.
Dalam mempersiapkan semua untuk terjun ke dunia fashion, diakuinya tidak mudah. “Ada banyak tantangan dan kendala dihadapi. Namun dengan tekat yang kuat mau bangun Papua, mau bangun Biak, mempromosikan Biak apalagi diajang internasional memang harus ada orang “gila”, kalau tidak, hal ini mustahil,” canda dr. Rosaline Irene Rumaseuw.
Sponsor modal saya adalah; Tuhan Yesus.
Selama menjalankan kegiatan, disinggung pembiayaannya kata dr. Rosaline, sponsor modal bendaharanya adalah Tuhan Yesus. “Sedangkan moto saya, jalan saja dulu nanti ditengah jalan, pasti ketemu jalan lain. Tuhan akan memberikan jalan yang terbaik,” yakin dr. Rosaline
Ia mengatakan, kendala dihadapi dimana harus bisa bagi waktu. Kemudian saat show, tidak hanya menampilkan satu baju saja tetapi harus berbeda-beda. Kalau sudah ditampilkan tidak kasih keluar lagi. Itu ciri khas brand dr. RR. “Tentunya itu butuh biaya. Untuk itu uang saya minta ke Tuhan,” ungkapnya.
Bakal tampil didua negara di Eropa
Untuk terus mempromosikan brand dr RR, lanjut dr. Rosaline akan ikut berpartisipasi dalam ajang Jogja Feshion Week tanggal 23 Agustus 2022 di Jogja dengan menghadirkan baju laki-laki dengan motif Biak, motif patung Karwar tapi lebih memainkan payer model resmi.
Mudah-mudahan tidak ada halangan, jelas dr. Rosaline sekitar bulan Februari tahun depan diundang untuk mengikuti ajang Milan Feshion Week di Milan, Itali. Disana (Milan) tetap menampilkan gaun motif patung Karwar. Bahkan bahan-bahan yang digunakan merupakan kulit domba dari Itali. Selanjutnya usai dari Milan, kembali melanjutkan perjalanan ke negeri kincir angin, Belanda.(Lisa)





Apa komentar anda ?