ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Sabtu, Mei 30, 2026
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Sponsor Modal Saya adalah Tuhan Yesus

Sponsor Modal Saya adalah Tuhan Yesus

Oleh : Fibra Graha
31 Juli 2022
Di Sosok
0
Sponsor Modal Saya adalah Tuhan Yesus

Dr. Rosaline Rumaseuw M.Kes. Desainer perempuan Papua asal Biak

Biak-Nokenlive.com

“Jalan saja dulu, nanti ditengah jalan pasti ketemu jalan lain. Tuhan akan memberikan jalan yang terbaik”.

Kesetaraan gender kaum hawa Indonesia bukan lagi dipandang sebelah mata. Meskipun bukan rahasia lagi, dimana faktanya kaum Adamlah lebih dominan menduduki berbagai jabatan diberbagai bidang organisasi baik pemerintahan maupun swasta dan tentunya menduduki jabatan strategis di partai Politik.

Namun, emansipasi kartini-kartini Indonesia saat ini tidak sedikit-pulah perempuan Indonesia menduduki berbagai jabatan strategis diberbagai organisasi. Dari sekian banyak kartini Indonesia yang kini sukses diberbagai bidang organisasi untuk menjadi ispirasi bagi perempuan-perempuan Indonesia lainnya, ia adalah dr. Rosaline Irene Rumaseuw, M.Kes.

Siapa tidak kenal dr. Rosaline Irene Rumaseuw?. Perempuan asal pulau paling timur, Indonesia, yang telah malang-melintang baik di organisasi politik, kesehatan, organisasi sosial  maupun budaya daerah.

Dengan kegigihanya, ia berhasil memperkenalkan adat tanah kelahiranya, Papua, diajang berbagai event. Oleh karena itu, segudang prestasi telah diraih baik ditingkat daerah, nasional maupun internasional.

Meskipun berlatar belakang ilmu yang tersemat padanya dibidang kesehatan, akan tetapi sejak kecil dr. Rosaline Irene hobi melukis serta men- design sesuatu yang diinginkanya menjadi suatu karya nyata “dari tidak ada menjadi ada”.

Sukses terjun dunia fashion Internasional

Salah satu membangakan, dr. Rosaline Rumaseuw berhasil memperkenalkan budaya Biak melalui fashion elegan diajang internasional yaitu, pagelaran bergengsi New York Indonesia Fashion Week (NYIFW) Amerika Serikat, 11 Februari 2022 lalu, dengan menampilkan busana motif Biak dengan nuansa emas, motif patung Karwar dan  piring resa-resa.

“Saya disitu mengangkat motif Papua, patung Karwar dan piring Resa-Resa dengan design nuansa emas. Mempromosikan satu kekayaan daerah lewat seni lebih elegant sehingga saya mau sampaikan bahwa Papua itu tidak kalah dengan Bali,” ucap dr. Dokter Rosaline Irene Rumaseuw, M.Kes saat diwawancarai disalah satu cafe di Biak, Sabtu, (30/07/2022).

“Ya, jadi sejak kecil saya sudah menyukai dunia model. Menggambar dan merancang busana,” ujar alumni SMAN 54 Jakarta itu.

“Jadi merancang busana berawal mulai dari dalam keluarga untuk dipakai sendiri. Karena hobi, akhirnya lanjut hingga sekarang tidak pernah hilang. Dan lebih penting mempromosikan satu daerah lebih elegan melalui seni,” jelas lulusan S2 Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (UGM), Daerah Istimewa Yogyakarta.

Perempuan yang juga aktif di dunia politik itu berbendapat agar hal ini bisa menjadi contoh kepada orang-orang hebat lainnya yang ada di tanah Papua. Karena ada banyak orang yang lebih hebat dari saya. “Ini hanya masalah kesempatan saja,” singkat wanita kelahiran 23 Januari 1971 silam itu.

Terjun ke dunia fasion bisa dibilang menarik baginya. Dunia fashion adalah bagian dari hobi dan cita-citanya bagaimana memperkenalkan Papua, terlebih khusus wilayah adat Saireri.

Dr. Rosaline Rumaseuw mengatakan, ketertarikannya di dunia modelling sejak dari kecil duduk dibangku SD, bahkan sampai kuliah, hingga sekarang. Walaupun sebagai politisi, seorang dokter, tetap melakukan kebiasaan hobi seninya. “Kenapa? Dokter bisa apa saja, seorang dokter bisa jadi desainer, namun desainer tidak bisa jadi dokter,” cetus wanita yang menamatkan pendidikan SD dan SMP di kota karang panas, Biak.

Lewat karya busana wilayah adat Saireri, Biak Numfor diperagakan oleh model yang ia tapilkan di negeri Paman Sam, Amarika Serikat yang begitu indah memukau penenton, oleh karena itu, Ia (Irene) sukses mengangkat fashion budaya asli Papua dengan ciri khas kain bercorak emas.

Keluarga turut men-suport dan membantu.

Lulusan sarjana kedokteran Univeristas Diponegoro itu mengungkapkan, disetiap event, ia tak pernah ketinggalan membuat dan merancang baju untuk digunakan. Begitu juga saat merancang, ia mendapatkan dukungan penuh dalam keluarga, yaitu, suami, dan anak-anak.

Untuk menciptakan satu karya dr. Rosaline menyalurkan semua isi yang ada dalam pikirnya. Sang anak yang akan melukis dan menggambar serta membuat lagunya, sedangkan suami tercintanya yang melengkapi arti filosofis dari desain itu sendiri.

Bagun Papua, bangun Biak, harus ada orang “gila”, kalau  tidak, hal ini mustahil.

“Idenya saya, anak perempuan saya menggambar, anak yang laki-laki siapkan lagunya, dan suami saya yang lengkapi arti filosofinya. Kenapa harus motif Biak? Karena saya orang Biak. Kalau saya tampilkan budaya lain, saya tidak paham. Takut salah. Papua ini sensitive. Kalau kita mengangkat sesuatu yang tidak kita ketahui filosofinya dan menampilkan sesuatu kita harus tahu histori dan ceritanya dibalik simbol dan motif dari baju yang digunakan. Jadi karena saya orang Biak, saya tampilkan motif Biak,” jelasnya.

Dalam mempersiapkan semua untuk terjun ke dunia fashion, diakuinya tidak mudah. “Ada banyak tantangan dan kendala dihadapi. Namun dengan tekat yang kuat mau bangun Papua, mau bangun Biak, mempromosikan Biak apalagi diajang internasional memang harus ada orang “gila”, kalau tidak, hal ini mustahil,” canda dr. Rosaline Irene Rumaseuw.

Sponsor modal saya adalah; Tuhan Yesus.

Selama menjalankan kegiatan, disinggung pembiayaannya kata dr. Rosaline, sponsor modal bendaharanya adalah Tuhan Yesus. “Sedangkan moto saya, jalan saja dulu nanti ditengah jalan, pasti ketemu jalan lain. Tuhan akan memberikan jalan yang terbaik,” yakin dr. Rosaline

Ia mengatakan, kendala dihadapi dimana harus bisa bagi waktu. Kemudian saat show, tidak hanya menampilkan satu baju saja tetapi harus berbeda-beda. Kalau sudah ditampilkan tidak kasih keluar lagi. Itu ciri khas brand dr. RR. “Tentunya itu butuh biaya. Untuk itu uang saya minta ke Tuhan,” ungkapnya.

Bakal tampil didua negara di Eropa

Untuk terus mempromosikan brand dr RR, lanjut  dr. Rosaline akan ikut berpartisipasi dalam ajang Jogja Feshion Week tanggal 23 Agustus 2022 di Jogja dengan menghadirkan baju laki-laki dengan motif Biak, motif patung Karwar tapi lebih memainkan payer model resmi.

Mudah-mudahan tidak ada halangan, jelas dr. Rosaline sekitar bulan Februari tahun depan diundang untuk mengikuti ajang Milan Feshion Week di Milan, Itali. Disana (Milan) tetap menampilkan gaun motif patung Karwar. Bahkan bahan-bahan yang digunakan merupakan kulit domba dari Itali. Selanjutnya usai dari Milan, kembali melanjutkan perjalanan ke negeri kincir angin, Belanda.(Lisa)

BagikanTweetKirimBagikan
Berita Sebelumnya

Kaka Edu : Game Internal Penting Guna Melihat Kondisi Fisik Pemain

Berita Selanjutnya

MTQ XXIX Tingkat Provinsi Papua Diikuti 317 Peserta dari 17 Kabupaten/Kota

Berita Terkait

Dari Holima ke Wamena: Jejak Arianto Kogoya Menyatukan Kurban, Ramadhan, dan Persaudaraan Lintas Iman
Papua Pegunungan

Dari Holima ke Wamena: Jejak Arianto Kogoya Menyatukan Kurban, Ramadhan, dan Persaudaraan Lintas Iman

Raih Penghargaan Nasional, Sujatinah Tabuni : “Bukti Perempuan Puncak Mampu Pimpin Perubahan”
Nasional

Raih Penghargaan Nasional, Sujatinah Tabuni : “Bukti Perempuan Puncak Mampu Pimpin Perubahan”

Dari Elias ke Elvis: Tangis Haru, Disiplin, dan Jalan Panjang Sang Bupati Puncak
Papua Tengah

Dari Elias ke Elvis: Tangis Haru, Disiplin, dan Jalan Panjang Sang Bupati Puncak

Air Mata dan Doa: Pertemuan Haru Elvis Tabuni dengan Guru yang Memberinya Nama
Papua Tengah

Air Mata dan Doa: Pertemuan Haru Elvis Tabuni dengan Guru yang Memberinya Nama

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

error: Nokenlive!!
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua