Oksibil – Nokenlive.com

Rendahnya keterwakilan kaum hawa (perempuan) Indonesia dalam Parlemen sangat berpengaruh terhadap isu kebijakan terkait kesetaraan gender.
Oleh karena itu, guna meningkatkan sumber daya manusia (SDM) kartini-kartini khususnya Pegunungan Bintang menghadapi pemilihan umum (Pemilu) tahun 2024 mendatang, pemerintah kabupaten melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) melakukan sosialisasi pendidikan politik kepada puluhan perempuan Pegunungan Bintang, di gedung Soskat Mabilabol, Oksibil, Jumat, (22/07/).

Bupati kabupaten Pegunungan Bintang, Spey Yan Birdana saat memberikan sambutan diwakili Asisten III Drs. Ananias Kalakmabin mengatakan, perempuan mengisi pembangunan dalam bidang politik, ekonomi, sosial budaya sangat penting sehingga diharapkan mampu dan bisa bersaing memasuki pesta demokrasi pada tahun 2024.
Drs. Ananias Kalakmabin menjelaskan, keterwakilan perempuan dikursi legislative pemilihan tahun 2019 lalu memang ada satu dua yang mengisi kursi tetapi tidak terlihat.
Oleh karena itu, kedepan keterwakilan perempuan di parlemen harus ada beberapa opsi disiapkan menjelang Pemilu 2024 sehingga keterwakilan perempuan lebih banyak lagi.
“Sehingga kedepan, diharapkan, keterwakilan perempuan Pegunungan Bintang buka saja di DPRD Pegunungan Bintang saja, tetapi paling tidak ada yang bisa tembus sampai ke provinsi maupun pusat (DPR-RI) serta di DPD-RI,” harap Ananias Kalakmabin.

Sementara itu, sekertaris Kesbangpol Pegunungan Bintang, Yance Nawipa, S.Sos mengatakan, hingga saat ini peran perempuan di parlemen masih sangat rendah sehingga dibutuhkan eksistensi pendidikan dalam bidang politik.
Lanjut Yance Nawipa, sejak pemekaran kabupaten Pegunungan Bintang hingga saat ini, kaum perempuan belum pernah ada yang menduduki jabatan tertinggi di lembaga Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Bawaslu.
Yance Nawipa lebih lanjut mengatakan, dalam tahapan pemilihan legislatif mereka (perempuan) punya hak untuk dipilih sebagai anggota DPRD. Begitu juga di KPU maupun Bawaslu.
Siti Hijrah dari bidang politik Kesbangpol Papua, memberikan apresiasi kesiapan kaum perempuan Pegunungan Bintang mengadapi Pemilu DPRD 2024 mendatang punya energi yang tinggi.
“Saya punya rasa kepedulian terhadap ibu-ibu. Ini sebagai suatu kewajiban ketika perempuan sudah dunduk di legislatif maupun eksekutif, maka kepedulian itu harus berpihak kepada perempuan. Saya di Papua selama kurang lebih 49 tahun bekerja di bidang politik, setiap hari berhadapan dengan pekerjaan politik, dan isu-isu politik lokal di Papua,” jelas Siti Hijrah.
Kepada Kesbangpol Pegunungan Bintang, saya memberikan apresiasi yang begitu berani mengangkat isu kesempatan perempuan Pegunungan Bintang menghadapi Pemilu 2024. “Ini memang menjadi tugas kita bersama bukan hanya tugas perempuan saja,” singkatnya.
Kalau kita melihat latar belakang kenapa sampai saat ini perempuan punya persentase di perlemen masih dibawah minum dan mengapa persentase perempuan tidak terlihat.
Disini peran penting Parpol itu sendiri, apakah sudah memberikan pemahaman terhadap kader perempuan atau belum.?
Siti Hijrah menjelaskan, persaingan dalam politik, budaya patrearki sangat kental dan sangat kuat di Papua, sehingga laki-laki merasa dirinya kuat dan harus jadi pemimpin.
Dengan adanya kegiatan ini, Siti Hijrah mengharapkan agar tidak harus saling menjatuhkan tetapi doronglah mereka (perempuan) yang punya potensi dibidang politik untuk menjadi pe mimpin,” tutup Siti Hijrah. (Aquino Ningdana)





Apa komentar anda ?