
NABIRE, Nokenlive.com
Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Nabire Barnabas Watopa mengatakan bahwa sebagian besar masyarakat di Nabire enggan melakukan Perekaman data elektronik karena isu yang menyebutkan bahwa chip KTP adalah simbol iblis yang kerap disematkan dengan angka 666.
Hal tersebut diungkap oleh Plt. Kepala Dinas kependudukan dan catatan sipil Barnabas Watopa kepada wartawan ketika memberikan keterangan di ruang kerjanya, pada Selasa 10/05/2022.
“Kebanyakan Masyarakat di Kabupaten Nabire tak mau merekam dan mengurus Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) karena terprovokasi dari oknum yang tak bertanggung jawab dengan mengatakan KTP berasal dari angka 666 yang dipercaya sebagai simbol setan, faktanya KTP yang mampu membantu setiap aktivitas manusia di bumi ini”, kata Watopa menepis pandangan tersebut.
Lanjutnya Watopa menuturkan pemahaman ini turut berimbas pada pilkada tahun 2020 dimana sekitar 25 ribu DPT tidak memiliki hak suara hanya karena tidak memiliki KTP Elektronik.
Watopa menambahkan, kartu tanda penduduk atau KTP adalah alat bantu untuk mempermudah melakukan aktivitas. “Mengapa saya katakan demikian karena masyarakat yang terdaftar berhak menerima bantuan sosial dan bantuan bantuan lainnya yang di berikan oleh Negara melalui pemerintah daerah setempat, kalau tidak punya KTP bagaimana mau dilaporkan, semua data saat ini harus transparan”, ujarnya.
Harapannya bahwa kurang lebih 25 ribu masyarakat Nabire yang belum melakukan perekaman KTP Elektronik agar segera mengurus selain untuk mempermudah aktifitas sehati-hati agar kedepan mendapatkan hak suara guna mengikuti pesta demokrasi pada tahun 2024. (Michael Edowai)




Apa komentar anda ?