
KENYAM, Nokenlive. com
Dengan Banyaknya insiden kekerasan yang terjadi di wilayah Nduga semenjak tahun 2018 sampai 2022 , orang nomor satu di Kabupaten Nduga melaksanakan ritual iman melalui pembentangan baliho Sepuluh Hukum Taurat yang didalamnya juga termuat UU Pelanggaran Hak Asazi sebagai upaya menyelamatkan Masyarakat di Kabupaten Nduga. “Saya berupaya menyelamatkan warga Nduga, saya tidak mau ada lagi kekerasan yang menghilangkan nyawa manusia, baik itu Masyarakat Sipil, TNI maupun Polri, dan agar bisa dibaca semuanya dan silahkan kalau dilanggar berperkara dengan Tuhan”, tegas Bupati Nduga Wentius Imiangge,S.AK. SPd,MM.
Dirinya mengaku bahwa selama ini sebagai Kepala Daerah telah mengupayakan penarikan pasukan non organik yang disampaikan baik secara lisan atau tertulis kepada seluruh stakeholder baik di pusat maupun di daerah tetapi sampai detik ini juga tidak Ada jawaban. Dirinya juga menyatakan penyesalan atas tewasnya korban Puranus Lokbere anak usia dini 17 tahun yang ditembak oleh OTK.
“Untuk menjadi Pemimpin di Papua khusus pengunungan tengah memang tidaklah Mudah tetapi begitulah kita hadapi dan Harus bertanggung jawab untuk membela rakyat kecil ini, dan saya sudah sampaikan kepada semua untuk tarik pasukan Non organik juga dan tidak ada gerakan sampai sekarang”, ungkapnya.
Bupati juga menjelaskan Sepuluh Hukum taurat yang telah dipasang dan ditempatkan di setiap sudut kota Kenyam ini adalah cara agar orang yang melihat dan membaca dan tidak melakukan pelanggaran. “Saya Serahkan Rakyat saya ini Kedalam Tangan Allah yang Maha Kuasa, untuk di lindungi dan menjaga sampai Dunia Kiamat”, tuturnya. (Red)




Apa komentar anda ?