Keerom, Nokenlive.com – Bupati Kabupaten Keerom Muh. Markum menegaskan program swasembada pangan khususnya jagung hasil produksi Kabupaten Keero, siap dikirim ke Blitar dan Surabaya.
Hal tersebut dikatakan Bupati Keerom kepada wartawan usai penan raya jagung hibrida yang ditanam oleh kelompok tani awal jaya pratama dilahan seluas 20 hektar di kampung Yowong Distrik Arso Barat, Minggu (19/07) kemarin.
Bupati Markum menjelaskan saat ini Pemerintah Kabupatn Keerom melalui Dinas Pertanian tengah mengembangkan tanaman jagung diatas lahan selaus 1.000 hektar yang tersebar di beberapa Distrik di Kabupaten Keerom.
Pengembangan jagung ini merupakan salah satu program swasembada pangan Kabupaten Keerom dalam pemulihan ekonomi masyarakat akibat dampak dari Covid-19, tutur Bupati Markum.
Dikatakan Bupati Markum, dalam pemulihan sektor ekonomi akibat Covid-19, Pemerintah mengalakan penamaman sejumlah komuditas unggulan salah satunya adalah jagung, mengingat 90% warga Keerom adalah petani.
Menurut Bupati Markum, jagung yang ditanam warga merupakan verietas unggul, dimana jika panen nanti satu hektar lahan jagung bisa mengahasilkan 7 sampai 11 ton.
Direncakankan kata Bupati Markum, tahun ini sudah mulai dilakukan pengiriman ke dua tempat yang menjadi tujuan eksport yaitu Blitar dan Surabaya, selain untuk konsumsi lokal di Jayapura.
Selain pengiriman biji jagung, tongkol dan batang jagung juga dimanfaatkan untuk pakan ternak untuk Sapi, Babi dan ternak lainnya.
Untuk itu, saat ini Pemda Keerom tengah mendatangkan mesin pembuat pakan ternak dari Jagung, yang kemudian pakan tersebut bisa di gunakan peternak yang ada di Kabupaten Keerom dan sekitarnya, ujar Bupati Keerom.
(Jack)





Apa komentar anda ?