Mulia, Nokenlive.com – Bertempat di lapangan Alun-alun Kota Baru Pagaleme, Senin (22/6), Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda menerima senjata yang dikembalikan anggota kelompok sipil bersenjata yang ingin kembali ke NKRI.
Peristiwan ini terjadi untuk yang kedua kalinya dimasa kepemimpinan Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda, Dimana untuk kali ini diserahkan sepucuk senjata api merk BARETTA
Peristiwa ini berlangsung dalam apel luar biasa Forkopimda, TNI-Polri, ASN, Instansi Vertikal, Ormas dan Pimpinan Denominasi Gereja dan Masjid dilingkungan Kabupaten Puncak Jaya dipimpin Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda.
Penyerahan berlangsung dramatis, Senpi laras pendek Baretta berkelir hitam dengan 5 butir peluru diserahkan perwakilan Koti Weya anggota DPRD Dapil Mewoluk.
Selanjutnya dibuktikan dengan Berita acara penyerahan. Prosesi selanjutnya, Bupati Yuni Wonda serahkan kepada Aparat TNI Polri yakni Dandim 1714/PJ Letkol Inf. Agus Sunaryo dan Kapolres Puncak Jaya AKBP. Mikael Suradal, disaksikan Wakil Ketua Klasis GIDI Pdt. Telius Wonda dan Ketua DPRD Zakarias Telenggen.
Bupati Yuni Wonda, dalam arahannya menyampaikan Tendison Enumbi yang merupakan salah seorang Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) di Kabupaten Puncak Jaya dengan kesadaran diri sendiri telah menyerahkan senjata api kepada Negara.
“Ini merupakan hasil kerjasama dengan melakukan pendekatan dan komunikasi yang kita bangun selama ini sehingga masyarakat dapat membangun kepercayaan kepada Pemerintah,” kata Bupati Yuni Wonda.
Ditanya terkait kronologis awal penyerahan, Bupati menerangkan bahwa Tendison memang memiliki itikad baik dan niat untuk kembali ke NKRI, namun pada hari Jumat (19/6) ia mengalami kecelakaan dan senpi meledak dan melukai kaki kanannya sebanyak 3 butir bersarang di TKP Distrik Mewoluk.
Bupati Puncak Jaya mengatakan bahwa yang bersangkutan (Tendison) kemarin telah dirujuk ke RSUD Dok. II Jayapura dengan protokol Kesehatan, karena yang bersangkutan terkena peluru di 3 titik.
Sementara itu, Dandim 1714/PJ Letkol Inf. Agus Sunaryo menyampaikan ini adalah hal yang sangat luar biasa, kejadian ini buka serta -merta diserahkan begitu saja, namun telah melalui proses panjang.
Pendekatan dan penggalangan kepada Tendison sehingga terus melakukan komunikasi kepada kami, kemudian kami mengajak untuk menyerahkan senjata.
Tendison juga sempat menyampaikan bahwa dirinya ingin kembali ke jalan yang benar dan hidup normal, ucap ungkap Dandim.
Senada dengan itu, Kapolres Puncak Jaya, AKBP. Mikael Suradal, mengungkapkan sebagai aparat keamanan, peristiwa penyerahan ini sangat mengapresiasi kita atas kesadaran Tendison Enumbi yang sukarela menyerahkan senjata api kepada Bupati.
Karena sesuai undang – undang Nomor 12 Tahun 1951 bahwa Masyarakat sipil tidak berhak menggunakan senjata api.
Sehingga penyerahan senjata api ini selanjutnya dapat kami lanjutkan dengan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut untuk menelusuri dan mengurai sejauh mana informasi dan peruntukkan senjata api dimaksud selama ini, ungkap Kapolres.
Ketua DPRD Zakarias Telenggen dalam kesempatan yang sama juga mengajak kepada seluruh jajaran dan stakeholder Puncak Jaya untuk terus melakukan pendekatan dan pemahaman kepada masyarakat.
“Senpi itu milik dan aset negara jadi masyarakat tidak berhak menggunakannya. Pola pendekatan kepada mereka juga harus persuasive,” urai Zakarias.
Menutup penjelasannya, Bupati menyampaikan dan mengajak seluruh pemangku kepentingan di Papua khususnya Puncak Jaya bahwa Tanggungjawab untuk menjaga keamanan di Kabupaten Puncak Jaya bukan hanya tanggungjawab TNI/Polri, tapi seluruh masyarakat yang berada di Kabupaten Puncak Jaya.
“Pendekatan persuasif dan membantu mereka dengan baik jika mereka mengalami kesulitan itu menjadi faktor mereka tertarik, bukan janji atau barang besar tetapi perhatian dan empati itulah kunci perubahan cara pandang mereka terhadap pemerintah,”ungkap Bupati Yuni yang hari ini juga genap berusia 45 tahun.
Dihari ulang tahunnya juga, Bupati mengungkapkan kunci keberhasilan pengembalian senpi dan kembalinya Saudara Tendison ke pangkuan NKRI adalah sinergi dan kerjasama serta komunikasi dan stakeholder yang ada.
(Jack)





Apa komentar anda ?