Jayapura,Nokenlive.com – Adanya kelangkaan air bersih di kota Jayapura yang di keluhkan oleh masyarakat membuat Komnas HAM Perkawilan Papua melakukan investigasi di 15 Intake Air (mata air) dari 16 Intake Air yang ada di Kota Jayapura.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyebab dan bagimana upaya pemerintah Kota Jayapura melalui PDAM mengatasi persoalan yang selama ini di keluhka oleh masyarakat Kota Jayapura.
Kepala Perwakilan Komnas Ham Papua Frits Ramandey dalam keterangan Persnya, Kamis (19/03) mengatakan pemenuhan air bersih bagi masyarakat Kota Jayapura menjadi salah satu yang sedang dihadapi pemerintah Kota Jayapura.
“Menyikapi kondisi ini, Komnas Ham Perwakilan Papua melakukan pemantauan di 15 Intake Air untuk memastikan penyebab dan bagaimana PDAM mengatasinya,” tutur Frits Ramandey.
Lanjut Frits Ramandey, hasil dari pemantauan langsung dari 16 Intake air terdapat 22 sumber mata air yakni di kawasan Kamp Wolker, Kojabu, Buper, Ajend, Klofkamn dan Entrop. Dan hasil temuan sejak Oktober 2019 sampe Maret 2020 terjadi kelangkaan air.
Dimana kata Frits Ramandey, kelangkaan terjadi tidak merata namun hanya terjadi di beberapa tempat seperti Polimak, Entrop, Abepura, sebagian daerah Dok, Yoka dan Waena.
“Kelangkaan ini, PDAM telah melakukan upaya dengan cara subsidi silang dan penyediaan mobil tengki, meski belum maksimal,” tutur Frits Ramandey.
Menurut Frits Ramandey, kelangkaan air di kota Jayapura disebabkan oleh dua faktor utama yaitu, kemarau yang panjang menyebabkan turunnya debet air dan pembukaan lahan di kawasan hutan sumber air.
“Faktor utama itu, Kemarau dan pembukaan lahan dan factor lain yang ikut mempengaruhi yaitu, adanya Inteka milik pengusaha dan masyarakat pemilik hak ulayat,” tutur Frits Ramandey.
Selain itu juga, pada penguna jasa air bersih juga memiliki tunggakan pembayaran yang cukup tinggi mencapai miliaran rupiah, dan penyambungan pipa secara illegal oleh warga.
Semua kawasan hutan sumber air dalam kondisi kritis dan menjadi ancaman serius dimasa depan, kawasan yang harus di lindungi namun faktanya di babat habis oleh warga secara liar untuk berkebun.
Untuk itu Komnas Ham merekomendasikan kepada pemerintah Kota Jayapua melalui PDAM sebagai operator untuk melakukan langkah normalisasi agar pemenuhan air bersih terpenuhi secara bertahap.
“Komnas juga meminta kepada Kepolisian dan dinas terkait untuk mengambil langkah penegakan hokum terhadap pelaku pembalakan liar di kawasan sumber air dan pelaku sambungan illegal,” pinta Frits Ramandey.
(Andika/Jack)





Apa komentar anda ?