Serui, Nokenlive.com– Guna memelihara keberadaan olahraga beladiri karate di kota Serui, Forki (FEDERASI OLAHRAGA KARATE DO INDONESIA) Kabupaten Kepulauan Yapen fokus pada pembinaan atlit karateka sejak usia dini.
Olahraga beladiri karate ini khusus di kota Serui hanya dipegang oleh satu Perguruan yaitu Perguruan karate Inkado dan sudah memilki 4 cabang yang tersebar di wilayah kota Serui dan rata-rata pengikutnya anak-anak dari usia dini sampai remaja.
Ketua Forki Kabupaten Kepulauan Yapen , Michael Woisiri ketika ditemui awak media ini ,Sabtu (14/12) menyampaikan pembinaan karateka pada usia dini dilakukan guna menjaga regenerasi olah raga beladiri ini di kota Serui.
“ Kita prioritaskan pembinaan pada generasi muda agar generasi kita sebagai karateka tidak putus “ ucap Woisiri.
Selain itu kata Woisiri , keberadaan beladiri karate ini di kabupaten kepulauan Yapen perlu lebih dikembangkan lagi karena olahraga raga ini salah satu kegiatan yang memberi dampak positif kepada generasi muda ,Pasalnya dengan disibukkan berlatih olahraga ini sudah tentu anak-anak melupakan kegiatan-kegiatan lain yang tidak bermanfaat.
“ Dengan kita melakukan pembinaan pada para generasi muda saat ini kita berharap dapat menemukan bibit-bibit baru yang nantinya kedepan dapat membawa nama harum bagi daerah ini dalam event-event yang besar” ujar Woisiri disela-sela ujian kenaikan sabuk di Gedung KNPI Serui.
Pada kesempatan itu Sempai (pelatih) Woisiri menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah memberikan perhatian kepada pihaknya dalam beberapa kali pagelaran kejuaraan daerah ikut memberikan bantuan dana dan setiap tahunnya memberikan dana pembinaan.
“ Dana pembinaan tahun ini kita manfaatkan untuk pembelian matras dan kita telah digunakan dalam dalam ujian kenaikan sabuk tadi “ ungkap pria yang merangkap sebagai pelatih karate aliran Inkado di Yapen ini.
“ kita di Karate ini apapun alasannya harus tetap jalan dan tidak pernah putus karena kita berpegang pada moto semangat, tekad , disiplin dan kejujuran adalah tenaga dasyat yang artinya kita tetap semangat walau dalam kondisi apapun dan melakukan pembinaan-pembinaan pada generasi muda kita “ pungkasnya.
Woisiri berharap kedepan ada perhatian yang lebih lagi dari pemerintah daerah karena keberadaan olahraga beladiri karate ini bukan hanya ingin melahirkan prestasi tetapi disisi lain yaitu melakukan pembinaan diusia dini dan kalangan generasi muda agar jauh dari hal-hal yang dapat merugikan dirinya.
(itink)





Apa komentar anda ?