Jayapura, Nokenlive.com – Menyikapi polemik atau semacam saling tuding antara Ketua MRP Timotius Murib dengan rombongan tim 61 yang di ketuai oleh Pdt. Albert Yoku dan kolega dilihat hanya miskomunikasi antara Tim 61 Dan Majelis Rakyat Papua beberapa waktu lalu.
Oleh karena itu menurut Hendrik Yance Udam ketua umum Gercin bahwa, kita boleh berbeda-beda pendapat dalam dunia demokrasi karena perbedaan itu adalah anugrah Tuhan Yang Maha Besar untuk kita syukuri, karena perbedaan itu mempersatukan yang terpisah dan itulah kebhinekaan.
Namun dalam konteks ini, kepentingan bangsa lebih dahulu di prioritaskan daripada kepentingan kelompok dan pribadi serta golongan, jelas Udam.
Ini disampaikan Ketua Umum Gercin kepada redaksi Nokenlive.com, lewat rilis singkatnya melalui pesan whatsapps (WA), menyikapi polemik yang terjadi antara ketua MRP Papua Timotius Murib dengan ketua tim 61 Pdt. Albert Yoku kemarin.
Untuk itu saran saya (HYU) tim 61 dan MRP harus duduk bersama-sama untuk melihat kepentingan bangsa.
Lanjut Hendrik’ jangan karena egois kita saja membuat rakyat jadi korban kemudian membuat kegaduhan-kegaduhan politik lokal maupun nasional yang berdampak negatif bagi kepentingan bangsa serta mengorbankan masyarakat ditingkat akar rumput.
Hendrik Udam mengajak pula untuk elit-elit politik papua untuk bersama-sama menyatukan visi dan misi untuk membangun papua dalam NKRI yang jauh’ lebih baik dari hari kemarin.
Pihaknya mendorong agar MRP dan tim 61 maupun wilayah adat yang hendak memekarkan daerahnya agar masing-masing legowo dan bertemu dengan pemangku kepentingan ditingkat provinsi, seperti Gubernur, DPRP serta MRP duduk bersama di para-para atau honai, berbicara bersama dari hati ke hati, guna mencairkan sekat-sekat antar sesama yang belakangan ini terbangun karena mendengar masukan yang tidak tepat, ini dilakukan demi kepentingan orang papua khususnya dan bangsa indonesia secara luas, tutup HYU.
(Redaksi)





Apa komentar anda ?