Jakarta, Nokenlive.com – Ketua Jiwa Muda Indonesia di Provinsi Papua Dr. Isak Boga, M.Si mengatakan, dalam perekrutan CPNS KEMENKUMHAM dan seleksi CPNS via Kementerian lainnya kelak, perlu adanya perhatikan secara khusus untuk kuota dari Orang Asli Papua dan Non Papua yang notabenenya lahir besar dan tinggal di Papua dan Papua Barat.
“Melalui perekrutan CPNS Kemenkumham dan juga ada seleksi lain via kementerian lain nanti, kami berharap harus ada kuota bagi OAP dan Non OAP yang lahir besar di Papua agar peningkatan kualitas SDM menjadi agen pembangunan di negara ini,” ,”kata Boga via press realisenya yang diterima wartawan di Jayapura, Rabu, (6/
Mengapa demikian, karena menurutnya bahwa, agar terjalin Pemerataan, Kekeluargaan dan Keharmonisan dalam Kebinekha Tunggal Ika di Papua dan Papua
“Ya kalau boleh, 80% Orang Asli Papua dan 20% Non Papua, sehingga terwujudnya Visi Misi Jokowi yaitu “SDM Unggul Indonesia Maju”, di Provinsi Papua dan Papua Barat,”
Sementara sekertaris Jiwa Muda Indonesia Provinsi Papua Ibu Ross M Pariri Ibo saat di Konfirmasi Via telepon selulernya membenarkan, di Papua dan Papua Barat terdapat masih banyak anak-anak lulusan SLTA dan Sarjana S1,S2, bahkan S3 yang masih
“Kami mohon kepada panitia seleksi CPNS di KEMENKUMHAM dan kementerian lainnya mendatang agar benar-benar memperhatikan kuota untuk Papua dan Papua barat sehingga harus ada keterwakilan dari 7 wilayah adat,”ujar
Terkait itu, Ross juga menambahkan, perlu adanya pertimbangan khusus dalam seleksi ini, sebab di Papua dan Papua Barat khususnya di Kabupaten-kabupaten terpencil di pedalaman, baik itu di pesisir pulau/pantai maupun Pegunungan, ada pelbagai kendala berupa jaringan internet dan kendala lainnya, sehingga hal ini perlu adanya pertimbangan khusus dari panitia
(Thiand)





Apa komentar anda ?