Karubaga, Nokenlive.com – Kabupaten Tolikara hingga kini situasi dan kondisi terjaga aman dan kondusif,berkat peran aktif Forkopimda bersama tokoh Agama,tokoh pemuda,tokoh masyarakat,dan tokoh perempuan. Kekawatiran berbagai pihak akan terjadi kerusuhan di Tolikara Pasca kerusuhan di kota wamena senin,23/09/2019 pekan lalu tidak terjadi. Forkopimda bersama Tokoh Agama,tokoh Pemuda,tokoh Masyarakat serta tokoh Perempuan Kabupaten Tolikara Sejak senin,23/09/2019 pekan lalu turun di sejumlah SMA dan SMP,serta SD dan TK di Tolikara guna memberikan pemahaman kronologis kerusuhan di wamena dan beberapa kota besar di Papua lainnya kepada pelajar dan para guru – guru.
Rentetan kerusuhan yang terjadi di beberapa kota di Papua belakangan ini,akibat pengepungan asrama Papua di jalan kamasan Surabaya oleh aparat keamanan dengan dungaan pengrusakan lambang Negara yakni bendera merah putih dibuang di selokan di duga dilakukan mahasiswa Papua. Situasi pengepungan itu diperparah dengan ujaran rasisme dengan sebutan kata monyet dari salah satu ormas radikal kepada mahasiswa Papua di depan asrama mahasiswa Papua di Kota Surabaya bebera pekan lalu. Kata rasisme yang sama juga diduga diungkapkan seorang ibu guru SMA PGRI Wamena kepada pelajar didalam kelas yang memicu kerusuhan di kota wamena. Akibat kerusuhan ini diperkirakan puluhan orang menjadi korban dan ratusan lainnya terluka,serta sejumlah bangunan dan harta benda lainnya dibakar masa yang marah dengan ujaran rasisme.
Guna mengamankan warga korban kerusuhan di wamena,Pemkab Tolikara menyiapkan puluhan angkutan mobil untuk mengevakuasi pengungsi korban kerusuhan dari wamena diangkut ke Tolikara sejak selasa,24 hingga sabtu,28/09/2019 pekan lalu.
Menurut Ketua tim evakuasi korban kerusuhan wamena Sekda Tolikara Anton warkawani,SE mengatakan lebih dari 100 angkutan mobil disiapkan Pemerintah,sehingga lebih dari 2 ribu pengungsi sudah berada di kota karubaga. Saat ini pengungsi ditampung di Aula Gereja GIDI Karubaga,namun sebagian mengungsi ke rumah – rumah kerabat keluarga di kota karubaga dan juga tersebar di seluruh tolikara,sambil menunggu membaiknya situasi di kota wamena dan sekitarnya.
“kami sudah siapkan lebih dari 100 unit mobil,dan sesuai data pengungsi lebih banyak anak – anak sekolah dan ibu – ibu”. Ujar Sekda Anton warkawani.
Hingga kini situasi di Tolikara pada umumnya terpantau aman dan kondusif,semua aktifitas perkantoran dan aktifitas belajar megajar di sekolah – sekolah berjalan seperti biasa. Para petanipun bertani dipekarangan atau diladangnya sebagaimana biasanya.
(Redaksi)





Apa komentar anda ?