ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Kamis, April 23, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Mahasiswa Papua Menilai 61 Tokoh Papua Hanya Cari Kepentingan Pribadi

Mahasiswa Papua Menilai 61 Tokoh Papua Hanya Cari Kepentingan Pribadi

Oleh : Noken Live
18 September 2019
Di Provinsi Papua
0
Mahasiswa Papua Menilai 61 Tokoh Papua Hanya Cari Kepentingan Pribadi

Jayapura, Nokenlive.com — Ketua Rumpun Pelajar Mahasiswa, Siriwo Mapia, Piyaiye, Topoo dan Wanggar (RPM SIMAPITOWA) Hengki Mote menilai sebanyak 61 orang Papua yang mengatasnakan tokoh Papua bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Negara hanya mencari kepentingan pribadi dan kelompok.

“Sebenarnya daerah ini punya pemimpin yang bisa mengutus delegasinya, namun inisiatif sendiri dari tokoh Papua bertemu dengan Presiden Jokowi ini hanya dasar kepentingan pribadi dan kelompok,”kata Hengki kepada Nokenlive.com di Jayapura, Rabu, (18/9/2019).

Hengki menjelaskan, sebenarnya para tokoh Papua itu harus koordinasi dengan gubernur Papua Lukas Enembe,SIP,.MH sebagai petinnggi daerah Papua, sebelum berkunjung di Istana Negara.

“Yang didelegasikan itu atas perintah siapa? Harus menghargai gubernur Papua sebagai pemimpin daerah ini. Kalau pergi minta jabatan atau kepentingan pribadi jangan atasnamakan masyarakat Papua,”tegas Mote.

Karena, menurutnya, di Papua terdapat 250-an lebih suku yang mendiami pulau Papua. Untuk itu, sekali kali jangan mentasnamakan masyarakat Papua. Bertemu dengan kepala Negara hanya kepentingan publik yang diakomodir oleh kepala pemerintahan dalam hal ini oleh gunernur Papua.

“Apa yang dibicarakan tokoh Papua bersama Presiden Jokowi ini kan sampai saat ini belum diketahui pemerintah provinsi. Sebab permintaan yang diajukan hanya Istana Negara dan pemekaran provinsi. Apa manfaat bagi orang Papua dengan adanya Istana dan tambahan pemekaran,”katanya.

Terkait itu Mote menambahkan, solusi penyelesaian masalah rasis dan tindakan persekusi terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, Malang dan Makassar, sebenarnya harus dirumuskan solusinya bersama para tokoh-tokoh di Papua yang dipimping oleh gubernur Papua Lukas Enembe. Kemudian hak gubernur untuk memutuskan delegasinya untuk bertemu dengan presiden, namun sayangnya pergi secara diam-diam.

“Masalah Papua tidak akan selesai jika caranya seperti begitu. Papua itu lebih dari 250 suku maka keterlibatan mereka (masyarakat Papua) harus dipedulikan. Menghargai satu sama lain. Jangan mencari kepentingan sendiri,”harapnya.

Mahasiswa Papua juga meminta kepada semua komponen untuk jaga kebersamaannya sebagai orang Papua yang bermartabat agar Papua aman dan damai.

“Yang difasilitasi itu siapa sehingga para tokoh Papua itu sampai di Istana Negara bertemu dengan Presiden. Kendati, ada yang difasilitasi itu pun harus lapor gubernur Papua sebagai kepala Daerah. Kami harap jangan sembarang. Begini terus, masalah Papua tidak akan selesai,”ungkap Hengki.

(Thiand) 

Bagikan2Tweet1KirimBagikan
Berita Sebelumnya

Peringati HUT Perhubungan di Lapangan Kantor Walikota Sorong

Berita Selanjutnya

Di Pasar Aroro-iroro, Dandramil Yapsel Minta Warga Tidak Terpengaruh Isu, dan Jaga Wilayah Tetap Kondusif

Berita Terkait

Tekan Pengangguran, 50 OAP Jayapura Ikut Pelatihan dan Sertifikasi Alat Berat
Kabar Daerah

Tekan Pengangguran, 50 OAP Jayapura Ikut Pelatihan dan Sertifikasi Alat Berat

Jangan Remehkan Persipal, RD Minta Persipura Tampil Lepas di Laga Tandang
Kabar Daerah

Jangan Remehkan Persipal, RD Minta Persipura Tampil Lepas di Laga Tandang

Kereta Api Papua: Ambisi Besar di Tengah Realitas yang Belum Terjawab
Nasional

Kereta Api Papua: Ambisi Besar di Tengah Realitas yang Belum Terjawab

Kadis Pendidikan Jayapura Dorong Kepala Sekolah Berinovasi Lewat Pembelajaran Mendalam dan Koding
Kabar Daerah

Kadis Pendidikan Jayapura Dorong Kepala Sekolah Berinovasi Lewat Pembelajaran Mendalam dan Koding

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

error: Nokenlive!!
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua