Jayapura, Nokenlive.com -Sebagai bentuk upaya melestarikan hutan Sagu dan budaya Papua, Perayaan Festival hari Sagu ke 3 kembali digelar di kampung Sopen, distrik Biak barat kabupaten Biak Numfor, Jumat (21/6/2019).
Perayaan Festival Sagu yang perayaannya sudah dimulai sejak tahun 2017 dan biasanya dilakukan di Kabupaten Jayapura, tetapi kali ini dipusatkan di Biak.
Pada acara ini, para pengunjung dapat belajar menanam dan memasak serta menyantap bersama-sama menu khas Papua ini.
“Biasanya dirayakan di Jayapura. Tapi tahun ini kami adakan di Biak barat. Kebetulan tim Papua jungle chef sedang mengadakan food mapping disini, sekalian membuat perayaan hari Sagu disini,” kata Charles Toto, biasa dipanggil chef Toto dari Papua Jungle Chef.
Chef Toto juga mengungkapkan bahwa perayaan ini hanya inisiatif sendiri tanpa bantuan biaya dari pemerintah.
“Karena menurut kami hal ini penting guna pelestarian hutan sagu jangan punah nantinya. karena sagu adalah makanan pokok dan manfaat pohon sagu sangat banyak. Itu kenapa pohon sagu harus dijaga dan dilestarikan,” beber Toto.
Mewakili Bupati Kabupaten Biak Numfor, Asisten 2 Ferry Bettay mengucapkan permohonan maaf bupati kepada masyarakat kampung Sopen karena tidak hadir dan juga mengucapkan selamat perayaan hari Sagu yang ketiga di Papua, khususnya masyarakat di kampung Sopen.
Ferry menambahkan “sagu sebagai komoditas makanan pokok kita, dari dulu hingga sekarang, yang masih kita nikmati bersama. jangan sampai dilupakan. Mari kita budayakan, kita kembangkan pohon sagu ini disetiap daerah yang kita miliki.
“Pemerintah berterimakasih kepada tim papua jungle chef yg sdh bisa bersama dengan masyarakat di kampung sopen, sehingga acara in, kami bisa datang mengikuti dan menyaksikan prosesi perayaan hari sagu di kampung Sopen,” tutur Bettay
Bettay mengatakan Pemerintah daerah juga berharap secara teknis kepada dinas terkait, yaitu dinas pertanian untuk bisa mengembangkan, menyiapkan bibit-bibit sagu sehingga bisa ditanam kembali. Baik itu di distrik Biak Timur, distrik Oridek, distrik Biak Barat, dan distrik Biak Utara yang tanahnya cocok untuk penanaman pohon sagu.
Dan juga beliau berharap apa yang sudah diprogramkan comuniti ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dikampung Sopen dan generasi muda kita kedepan.
kepala bidang SDM Pertanian dan Pertahanan Pangan kabupaten Biak Numfor, Yusup Mangape, mengatakan “pohon sagu sementara di kembangkan di 3 tempat, yaitu Biak Timur, Oridek dan Biak Barat. 3 tempat inilah yang cocok tanahnya untuk pengembangan komoditi ini. Sementara utk pengembangan dan bibit sndri, direkomendasikan dari kabupaten waropen.
“Pada umumnya generasi sekarang hanya ingin mengkonsumsi pangan-pangan yang instan. Mereka melupakan kearifan lokal yang sudah dicanangkan pemerintah Provinsirovinsi Papua ungkap Kabid SDM Pertanian Biak.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, yusuf menjelaskan ada peluang untuk dapat dikembangkan lagi di distrik Biak Barat dan Mamoribo. Ini tempat yang cocok uuntuk dikembangkan.
Ia menambahkan, untuk kampung binaan sendiri, mereka sudah ada, penanganannya dalam bentuk pasca panennya. Sudah dijual di supermarket dalam bentuk kemasan dan sudah ada yg diolah dalam bentuk kue-kue.
Untuk itu, Yunus berharap kepada masyarakat untuk bisa membudidayakan tanaman sagu ini.
Menutup acara perayaan festival sagu ke 3 ini, tidak lupa masyarakat kampung sopen, distrik biak barat juga mengucapkan selamat ulang tahun kepada bapak presiden joko widodo yang ke 58 tahun.
(Lisa Rumkorem)









Apa komentar anda ?