Jayapura, Nokenlive.com, Jayapura – Pemuda Adat Papua (PAP) minta seluruh masyarakat Papua jangan besar-besarkan isu calon Ketua DPRP periode 2019-2014.
Ketua Umum Pemuda Adat Papua, Christian Arebo, mengatakan masalah calon Ketua DPRP ini bisa menjadi polemik di kalangan masyarakat, karena takutnya akan menjadi isu sukuisme yang akan muncul nanti.
Menurut Arebo, siapa yang patut menjadi ketua DPR Papua 2019-20 itu kembali kepada mekanisme dan aturan dari internal partai.
“Jadi, saya pikir diluar dari orang partai tidak usah berbicara siapa yang akan menjadi ketua DPR Papua,” kata Christian Arebo didampingi Waket PAP, Leo Hilman kepada wartawan di Jayapura, Selasa (18/6/2019).
Sekali lagi, kata Christian, masyarakat yang bersuara tentang siapa yang jadi ketua DPR Papua tidak perlu untuk terlalu berlebihan karena aturan dari partai sudah jelas.
“Karena dalam UU MD3 yang mengatur tentang DPR,MPR,DPD siapapun yang jadi ketua DPR Papua tentu dia adalah partai pemenang pemilu dan juga mendapat suara terbanyak dalam partai,”ujarnya.
Wakil Ketua PAP, Natan Ansanai mengatakan dalam proses pemilihan Ketua DPR Papua nanti bersamaan pengangkatan anggota DPR dari jalur 14 kursi sehingga dapat memberikan dukungan suara untuk menentukan siapa yang akan jadi ketua DPR Papua lima tahun kedepan.
“Jangan hanya dari Partai politik saja tetapi juga harus dari 14 kursi yang notabenenya mereka sebagai keterwakilan adat yang ada di lima wilayah adat di Papua juga memberikan hak politik dalam menentukan Ketua DPR Papua,” kata Natan.
(BM)





Apa komentar anda ?