NABIRE, Nokenlive.com – Realisasi pembangunan fisik kabupaten Puncak tahun anggaran 2026 yang telah menembus 70 persen hingga akhir Oktober. Pemkab Puncak kini menggenjot percepatan pekerjaan di lapangan demi menuntaskan seluruh program prioritas Bupati hingga 100 persen sebelum penutupan tahun.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Puncak, Herman Wanma, mengatakan capaian tersebut berdasarkan hasil pemantauan langsung di lapangan.
Meski efisiensi anggaran membatasi gerak pemerintah daerah, Herman memastikan proyek fisik vital terus melaju, khususnya di kawasan prioritas.
“Realisasi pembangunan fisik per akhir Oktober sudah menyentuh 70 persen. Pekerjaan di lapangan terus berjalan dan kami mengawasi secara ketat agar seluruh kegiatan prioritas tuntas sesuai target,” tegas Herman saat ditemui di Nabire, Kamis (5/11/2026).
Pada 2026, Pemkab Puncak semula merancang 12 program prioritas. Namun, penyesuaian kemampuan keuangan daerah memaksa pemerintah mempertajam skala prioritas dan memfokuskan anggaran pada proyek yang paling mendesak.
Salah satu fokus utamanya yaitu menyiapkan kawasan pusat pemerintahan baru di Distrik Gome, mencakup pembangunan Kantor Bupati serta Kantor DPRK Puncak. Tim di lapangan saat ini tengah mematangkan lahan, menyusun dokumen tata ruang, dan merampungkan masterplan kawasan.
Selain pusat pemerintahan, Pemkab Puncak mengarahkan pembangunan fasilitas publik ke Distrik Gome dan Distrik Amukia sebagai kawasan percontohan pembangunan daerah.
Herman menekankan, Bappeda bersama Inspektorat Kabupaten Puncak tidak sekadar mengejar penyerapan anggaran, melainkan memastikan kualitas fisik bangunan sesuai standar.
Sesuai instruksi tegas Bupati Puncak, pencairan anggaran baru akan memproses pembayaran setelah proyek fisik rampung total 100 persen. Kebijakan ini berlaku untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas anggaran.
“Realisasi anggaran wajib sejalan dengan wujud fisik di lapangan. Atas arahan Bapak Bupati, kami baru mencairkan pembayaran jika pekerjaan sudah tuntas 100 persen,” jelasnya.
Melalui pengawasan ketat dan koordinasi lintas sektor, Pemkab Puncak optimistis seluruh program prioritas 2026 selesai tepat waktu. Langkah ini diharapkan segera memperkuat penataan pemerintahan, meningkatkan kualitas layanan publik, dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Puncak.
(ANAS)





Apa komentar anda ?