NABIRE, Nokenlive.com – Kabupaten Puncak, Papua Tengah, terus mendorong pengembangan komoditas kopi melalui perluasan areal perkebunan, pengadaan bibit, dan pendampingan kelompok tani. Saat ini, tercatat sebanyak 48 kelompok tani kopi binaan pemerintah daerah dengan estimasi sedikitnya 480 petani.
Kepala Bidang Perkebunan Kabupaten Puncak, Yuli Mengkidi, menjelaskan bahwa pengembangan kopi menjadi salah satu potensi perkebunan yang perlu terus didorong untuk membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Menurutnya, pemerintah daerah memberikan dukungan melalui berbagai program, termasuk perluasan areal perkebunan, penyediaan bibit, serta pendampingan kepada kelompok tani.
Khusus tahun 2026, terdapat 55 kelompok tani yang mendapatkan dukungan kegiatan di dua distrik, yakni Distrik Omukia dan Distrik Gome.
Setiap kelompok memperoleh bantuan biaya makan dan minum sebesar Rp2,5 juta. Selain itu, pemerintah juga menyalurkan alat dan perlengkapan kerja untuk menunjang aktivitas perkebunan.
Meski mendapat dukungan pemerintah, pengembangan kopi di Kabupaten Puncak masih menghadapi sejumlah tantangan. Produksi tahun ini terganggu akibat musim kemarau dan kebakaran lahan yang mengakibatkan sejumlah tanaman kopi mengalami kerusakan, khususnya di Distrik Omukia.
Yuli menyebutkan, luas lahan perkebunan kopi di Kabupaten Puncak saat ini diperkirakan mencapai delapan hektare.
Ia berharap, melalui keikutsertaan dalam Festival Kopi Papua Tengah 2026 di Nabire, potensi kopi Kabupaten Puncak semakin dikenal luas dan mendapat perhatian berbagai pihak, termasuk pemerintah, pelaku usaha, maupun calon investor.
Menurutnya, pengembangan kopi ke depan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga perlu diarahkan pada pengolahan hasil perkebunan agar memiliki nilai tambah.
Dengan demikian, komoditas kopi diharapkan dapat berkembang menjadi peluang usaha yang mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus membuka lapangan ekonomi baru bagi masyarakat Kabupaten Puncak.
(Lisa)







Apa komentar anda ?