NABIRE, Nokenlive.com – Pengembangan komoditas kopi di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, masih menghadapi tantangan serius. Selain produksi terganggu akibat musim kemarau dan kebakaran lahan yang merusak sejumlah tanaman kopi di Distrik Omukia, pengolahan pascapanen dan akses pemasaran hasil perkebunan juga belum berjalan optimal.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Perkebunan Kabupaten Puncak, Yuli Mengkidi, saat ditemui pada hari kedua Festival Kopi Papua Tengah 2026 di Gedung KSK, Bukit Meriam, Nabire, Jumat (30/10/2026).
Yuli mengungkapkan, kondisi kemarau yang terjadi tahun ini diperparah dengan kebakaran lahan sehingga berdampak langsung terhadap tanaman kopi milik petani.
“Faktornya kemarau, kemudian kebakaran lahan kemarin. Itu yang menyebabkan banyak tanaman kopi rusak dan terbakar,” katanya.
Ia menyebutkan, luas lahan perkebunan kopi di Kabupaten Puncak saat ini sekitar delapan hektare. Dalam pengelolaannya, petani menerapkan sistem tanam tumpang sari dengan tanaman lain, termasuk keladi.
Selain persoalan produksi, Yuli mengakui pengolahan dan pemasaran hasil perkebunan masih membutuhkan perhatian lebih lanjut. Pasalnya, pada tahun ini dinas belum menjalankan mekanisme pengumpulan dan distribusi kopi hasil panen petani ke pasar luar daerah.
Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam mendorong kopi Puncak agar tidak hanya diproduksi untuk kebutuhan lokal, tetapi juga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Karena itu, keikutsertaan petani Kabupaten Puncak dalam Festival Kopi Papua Tengah 2026 diharapkan menjadi kesempatan untuk memperoleh pengetahuan mengenai pengolahan pascapanen, mulai dari pemilihan biji kopi hingga proses pengolahan menjadi produk siap konsumsi.
Ke depan, pengembangan kopi di Kabupaten Puncak diharapkan tidak hanya berfokus pada perluasan lahan dan peningkatan produksi, tetapi juga diikuti penguatan kemampuan petani dalam mengolah serta memasarkan hasil perkebunan.
Dengan adanya pengembangan dari hulu hingga hilir, kopi Puncak diharapkan memiliki nilai tambah, mampu meningkatkan pendapatan petani, serta menjadi salah satu peluang penguatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Puncak.
(Lisa)







Apa komentar anda ?