NABIRE, Nokenlive.com – Pemerintah Provinsi Papua Tengah mendapat dukungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk memperkuat fasilitas dan pelayanan kesehatan, termasuk rencana pembangunan rumah sakit besar di Nabire.
Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menyampaikan dukungan tersebut setelah mengikuti pertemuan dengan Kementerian Kesehatan RI di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Wagub mengatakan, pemerintah pusat merespons sejumlah usulan prioritas yang diajukan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di delapan kabupaten dan tingkat provinsi.
Salah satu program utama yang mendapat respons positif adalah pembangunan rumah sakit besar di Papua Tengah. Pemerintah provinsi, kata Deinas, telah menyiapkan lahan seluas 20 hektare untuk mendukung rencana pembangunan tersebut.
“Puji Tuhan, kami di Provinsi Papua Tengah sudah siapkan tanah 20 hektare. Lahan itu akan dibangun rumah sakit besar,” ujar Deinas Geley.
Selain pembangunan rumah sakit di tingkat provinsi, pemerintah juga mengusulkan penguatan fasilitas kesehatan di delapan kabupaten agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan medis yang lebih baik tanpa harus selalu dirujuk ke luar daerah.
Selain Rumah sakit, Wagub Deinas menjelaskan, Kementerian Kesehatan juga merespons usulan rehabilitasi 54 puskesmas dari total 117 puskesmas yang ada di Papua Tengah.
Perbaikan fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, terutama di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana.
Pemerintah juga mengusulkan dukungan peralatan medis untuk puskesmas, termasuk perangkat pemeriksaan laboratorium yang dapat digunakan dalam kondisi fasilitas listrik terbatas.
Menurutnya, dukungan peralatan medis sangat dibutuhkan agar tenaga kesehatan dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal, termasuk di daerah terpencil.
Selain infrastruktur dan peralatan, pemerintah provinsi turut mengusulkan pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di delapan kabupaten serta dukungan operasional bagi tenaga kesehatan yang bertugas di puskesmas.
Dalam pertemuan tersebut, Papua Tengah juga mendapat respons terkait kebutuhan transportasi medis. Pemerintah pusat menyiapkan dukungan ambulans udara berupa helikopter untuk membantu penanganan pasien yang membutuhkan pertolongan cepat.
Kata Wagub, ambulans udara tersebut nantinya dapat digunakan untuk mengevakuasi pasien dalam kondisi darurat, seperti ibu yang membutuhkan pertolongan persalinan, korban kecelakaan, dan pasien dengan kondisi medis serius di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Lokasi penempatan helikopter masih akan dibahas lebih lanjut bersama Gubernur Papua Tengah dengan mempertimbangkan kebutuhan dan jangkauan pelayanan.
Deinas berharap fasilitas tersebut dapat mempercepat proses evakuasi pasien dari daerah terpencil menuju rumah sakit yang memiliki fasilitas penanganan lebih lengkap.
Deinas menegaskan, dukungan pemerintah pusat perlu diikuti kesiapan pemerintah daerah, terutama dalam penyediaan lahan untuk pembangunan fasilitas kesehatan.
Dalam pertemuan dengan Kementerian Kesehatan, pemerintah kabupaten bersama pemerintah provinsi diminta menyiapkan lahan agar usulan pembangunan dapat ditindaklanjuti.
Ia menilai koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten menjadi kunci untuk mempercepat pemerataan pembangunan sektor kesehatan di Papua Tengah.
“Pemerintah provinsi merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat. Karena itu, setiap program yang disiapkan pemerintah pusat harus kita jemput dan koordinasikan agar manfaatnya dirasakan masyarakat,” Tuturnya.
(ANAS)







Apa komentar anda ?