JAYAPURA, nokenlive.com — Bupati Kabupaten Puncak, Elvis Tabuni, turun langsung menemui mahasiswa asal Kabupaten Puncak yang menempati kontrakan di kawasan Perumnas, Jalan Dinas Sosial, Kota Jayapura, Kamis (15/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, Elvis menyerahkan bantuan sebesar Rp50 juta untuk membantu memenuhi kebutuhan makan mahasiswa yang mengeluhkan belum menerima uang saku selama tiga bulan terakhir.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi mahasiswa Puncak yang sedang menempuh pendidikan di Kota Jayapura. Elvis datang langsung untuk mendengar keluhan sekaligus memastikan kondisi tempat tinggal dan kebutuhan sehari-hari para mahasiswa.
Bantuan sebesar Rp50 juta itu diserahkan kepada Ondris, selaku sekretaris pengurus mahasiswa Puncak di Kota Studi Jayapura.

Dalam pertemuan tersebut, para mahasiswa menyampaikan bahwa mereka belum menerima uang saku selama tiga bulan berjalan. Mereka menjelaskan, sebelumnya uang saku diberikan setiap tahun, tetapi kali ini pencairannya baru diterima hingga September 2026.
Selain persoalan uang saku, mahasiswa juga meminta agar Pemerintah Kabupaten Puncak menunjuk satu orang penanggung jawab dari dinas terkait atau pihak yang dipercaya untuk memantau kondisi mereka secara rutin setiap bulan.
Bupati Elvis Tabuni mengatakan dirinya telah berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk menindaklanjuti keluhan tersebut. Ia meminta mahasiswa menyiapkan data lengkap mengenai jumlah mahasiswa yang tinggal di kontrakan, lama tinggal, serta berapa bulan mereka belum menerima uang saku.

“Data itu harus disiapkan dan diserahkan kepada saya. Berapa jumlah anak-anak mahasiswa yang tinggal di kontrakan, sejak kapan mereka tinggal, dan sudah berapa bulan belum menerima uang saku. Semua harus didata dengan jelas,” tegas Elvis.
Ia juga mengingatkan para mahasiswa agar menyampaikan kebutuhan dan persoalan yang dihadapi melalui cara-cara yang baik, dengan tetap menjaga etika sebagai kaum terpelajar.
“Kalau ada keperluan atau kekurangan apa pun, sampaikan seperti mahasiswa yang terpelajar. Kalian sudah sekolah, artinya harus punya etika. Saya tetap melihat dan memperhatikan kalian karena kalian adalah anak-anak penerus masa depan Kabupaten Puncak,” ujarnya.
Elvis menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Puncak. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya memberikan kesempatan kepada generasi muda Puncak untuk menempuh pendidikan di berbagai kota studi dan bidang keahlian.
Ia menyebutkan, mahasiswa Puncak saat ini tersebar di sejumlah lokasi pendidikan, termasuk Semarang dan program pendidikan lainnya, seperti bidang kesehatan. Pemerintah daerah berharap mereka dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik dan kembali membangun daerah asal.

Secara khusus, Elvis berharap mahasiswa yang menempuh pendidikan di bidang kesehatan dapat menjadi tenaga medis profesional dan mengabdi di Kabupaten Puncak.
“Saya melihat di Kabupaten Puncak tenaga dokter masih kurang. Karena itu, saya kirim kalian untuk sekolah, termasuk di Poltekkes. Harapan saya, kalian kelak menjadi dokter yang hebat dan kembali mengabdi untuk masyarakat Puncak,” katanya.
Ia juga meminta mahasiswa menyampaikan persoalan secara resmi melalui surat kepada dinas terkait. Apabila laporan tersebut tidak ditindaklanjuti, Elvis berjanji akan turun langsung untuk membantu menyelesaikannya.
“Kalau ada hal yang kurang, sampaikan dengan bersurat. Jika sudah bersurat kepada dinas terkait tetapi mereka tidak datang atau tidak menindaklanjuti, nanti saya yang turun langsung,” tegasnya.
Sementara itu, Ondris menyampaikan terima kasih kepada Bupati Elvis Tabuni karena telah mendengar keluhan mahasiswa dan datang langsung menemui mereka. Ia mengapresiasi bantuan Rp50 juta yang diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan makan mahasiswa di kontrakan.
Salah satu mahasiswa yang mewakili rekan-rekannya juga menyampaikan permohonan maaf kepada Bupati Elvis atas cara mereka berupaya menemui kepala daerah tersebut. Mereka mengaku sengaja menunggu kesempatan bertemu setelah mendengar Bupati berada di Jayapura karena selama ini merasa belum mendapatkan perhatian langsung dari dinas yang bertanggung jawab menangani mereka.
“Kami minta maaf, Bapak Bupati. Kami dengar Bapak ada di Jayapura, sehingga kami langsung menunggu untuk bertemu Bapak. Selama ini kami diurus oleh Dinas Kesehatan, tetapi belum ada yang datang melihat kondisi kami,” ungkap mahasiswa tersebut.
Ia berharap Bupati menunjuk satu orang penanggung jawab yang dapat memantau kondisi mahasiswa setiap bulan dan melaporkan kebutuhan maupun kekurangan mereka secara langsung kepada kepala daerah.
Dengan adanya penanggung jawab tersebut, mahasiswa berharap komunikasi dengan pemerintah daerah dapat berjalan lebih baik sehingga persoalan kebutuhan sehari-hari maupun keterlambatan uang saku bisa disampaikan melalui jalur yang jelas tanpa harus mencari Bupati secara langsung di berbagai tempat.
Kunjungan dan penyaluran bantuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat perhatian serta pengawasan Pemerintah Kabupaten Puncak terhadap mahasiswa di Kota Jayapura, sehingga mereka dapat menjalani pendidikan dengan lebih tenang dan menyelesaikan studi sesuai harapan pemerintah dan masyarakat.
(Lisa – Redaksi DA)







Apa komentar anda ?