TIMIKA, nokenlive.com — Pemerintah Provinsi Papua Tengah mulai menyiapkan kebutuhan data pembangunan 2027 agar perencanaan program dan prioritas daerah memiliki dasar informasi yang jelas, terukur dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Langkah tersebut menjadi salah satu fokus Lokakarya Tata Kelola Penyusunan Metadata 2026 yang digelar Bapperida Papua Tengah di Ballroom Hotel Grand Tembaga Timika, pada Senin, 5 Oktober 2026.
Sekretaris Bapperida Papua Tengah Jemmy Gerson Adii, mengatakan, identifikasi kebutuhan data 2027 harus diselaraskan dengan program dan prioritas pembangunan yang akan dilaksanakan pemerintah daerah.
“Identifikasi kebutuhan data 2027 yang selaras dengan program dan prioritas pembangunan Provinsi Papua Tengah menjadi salah satu tujuan pelaksanaan lokakarya ini,” kata Jemmy saat membacakan laporan Kepala Bapperida Papua Tengah Elieser Yogi.
Menurutnya, kebutuhan data tidak hanya berkaitan dengan jumlah informasi yang dikumpulkan, tetapi juga memastikan data memiliki standar, metadata, sumber dan definisi yang jelas sehingga dapat digunakan dalam proses pembangunan.
“Kegiatan ini sekaligus meningkatkan kapasitas teknis dalam penyusunan standar data, metadata serta pengelolaan data statistik sektoral,” ujarnya.
Jemmy menjelaskan penyusunan kebutuhan data 2027 akan melibatkan 26 perangkat daerah Provinsi Papua Tengah serta Bapperida atau Bappeda dan Dinas Komunikasi dan Informatika dari delapan kabupaten.
“Data yang disusun harus selaras dengan program dan prioritas pembangunan Papua Tengah sehingga dapat menjadi dasar perencanaan, pengendalian, monitoring, evaluasi dan pengambilan kebijakan,” katanya lagi.
Melalui lokakarya yang berlangsung 5–7 Oktober 2026 tersebut, pemerintah daerah juga membahas daftar data dan data prioritas, pembagian peran kelompok kerja, standar data, metadata, kode referensi, interoperabilitas serta pengelolaan Portal Koteka atau Portal Data Daerah.
Bapperida Papua Tengah menargetkan hasil pembahasan menjadi dasar penyusunan daftar data tahun 2027, usulan penetapan oleh kepala daerah serta penginputan dan pemutakhiran data secara berkelanjutan untuk mendukung pembangunan yang lebih tepat sasaran.
(Vanny Janggo – Redaksi DA)







Apa komentar anda ?