WAMENA, Nokenlive.com – Pemerintah pusat menyalurkan bantuan 141,9 ton beras bagi masyarakat terdampak kekeringan di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Bantuan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mengantisipasi dampak kemarau panjang terhadap kebutuhan pangan masyarakat.
Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol, mengapresiasi respons pemerintah pusat dalam membantu masyarakat yang terdampak kondisi kekeringan.
Menurut Ones, bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari permohonan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan kepada pemerintah pusat melalui sejumlah kementerian dan lembaga terkait.
“Sudah kami sampaikan surat permohonan kepada pemerintah pusat, termasuk kepada Bappenas, Badan Pangan Nasional dan Kementerian Sosial. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat yang terkena dampak kekeringan,” ujar Ones.
Kemarau panjang yang berlangsung sekitar empat hingga lima bulan telah memengaruhi aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah Jayawijaya. Kondisi tersebut turut berdampak pada sektor pertanian yang menjadi salah satu sumber pangan dan penghidupan masyarakat.
Bantuan 141,9 ton beras tersebut merupakan tahap awal. Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya akan menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan dan kondisi masing-masing wilayah.
Anggota Komisi XIII DPR RI, Yan P. Mandenas, mengatakan percepatan penyaluran bantuan dilakukan untuk mengantisipasi dampak kekeringan terhadap ketahanan pangan masyarakat.
Mandenas menyebut persoalan kekeringan menjadi salah satu aspirasi masyarakat yang diterimanya saat melakukan kunjungan ke sejumlah wilayah, termasuk Walaik dan Tailarek.
“Bantuan 141,9 ton beras ini dilakukan untuk mengantisipasi jangan sampai ada musibah kelaparan di tengah masyarakat,” kata Mandenas di Wamena, Senin (21/9/2026).
Ia mengatakan, kemarau panjang membuat sebagian masyarakat mengalami kesulitan bercocok tanam karena lahan pertanian tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.
Mandenas meminta bantuan tersebut segera didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan dan tidak terlalu lama tersimpan di gudang.
“Kita harus bergerak lebih cepat menangani masalah seperti ini agar jangan sampai ada korban jiwa dulu baru pemerintah mulai aktif,” ujarnya.
Selain Jayawijaya, Mandenas mengatakan upaya memperoleh dukungan pemerintah pusat juga akan terus dilakukan bagi masyarakat terdampak kekeringan di tujuh kabupaten lainnya di Papua Pegunungan.
Menurutnya, surat dari Wakil Gubernur Papua Pegunungan telah diteruskan kepada pemerintah pusat untuk mendapatkan dukungan bantuan serupa. Penyalurannya nantinya tetap mempertimbangkan kondisi dan faktor keamanan di masing-masing wilayah.
Sementara itu, Bupati Jayawijaya Atenius Murib mengatakan pemerintah daerah sebelumnya telah menyalurkan sekitar 900 ton bantuan pangan kepada masyarakat di 40 distrik. Penyaluran tersebut masih berlangsung melalui Dinas Ketahanan Pangan.
Khusus bantuan beras bagi masyarakat terdampak kekeringan, pendistribusiannya akan dikoordinasikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jayawijaya.
Atenius menjelaskan, BPBD memiliki data mengenai wilayah yang terdampak kekeringan, baik berdasarkan hasil pendataan maupun laporan masyarakat.
“Untuk bantuan bencana kekeringan ini kita akan serahkan kepada kepala BPBD karena mereka yang memiliki data di mana tempat-tempat yang terdampak bencana kekeringan,” kata Atenius.
Menurutnya, sejumlah wilayah Jayawijaya tidak hanya menghadapi kekeringan, tetapi juga kebakaran lahan dan hutan akibat kemarau panjang.
Karena itu, pemerintah daerah akan memprioritaskan masyarakat yang paling terdampak dalam penyaluran bantuan.
“Secara umum kita sudah bagi bantuan pangan, sedangkan untuk bantuan bencana kekeringan ini, kita akan melihat lagi skala prioritasnya untuk disalurkan bersama kepala distrik dan kepala kampung serta Bulog yang memastikan beras tersebut langsung tepat sasaran,” ujarnya.
Penyaluran bantuan 141,9 ton beras tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus menjadi langkah awal dalam mengantisipasi dampak kemarau panjang terhadap ketahanan pangan di Papua Pegunungan.
(Redaksi)





Apa komentar anda ?